Puteri Indonesia Bukan Sekadar Kompetisi

Kompas.com - 30/01/2013, 07:46 WIB

KOMPAS.com - Memasuki hari ketujuh karantina Puteri Indonesia 2012-2013, 38 puteri daerah yang terpilih sebagai finalis diajak berbincang santai dengan para senior yang sudah lebih dulu meraih predikat Puteri Indonesia. Zivanna Letisha Siregar (Puteri Indonesia 2008), Rahma Landy (Runner Up 2 Puteri Indonesia 2006), dan Zukhriatul Hafizah (Runner Up 2 Puteri Indonesia 2009), berbagi pengalaman mereka dalam sesi pembekalan Puteri Indonesia 2012-2013.

Bagi ketiga Puteri Indonesia ini, masa karantina menjadi masa yang menyenangkan. "Menyenangkan karena bisa kenal dengan orang-orang dari seluruh Indonesia. Tetapi sejujurnya, saya juga pernah merasa bosan, lelah, dan ngantuk," ungkap Zivanna, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (29/1/2013) lalu.

Zivanna, Rahma, dan Hafizah juga mengungkapkan bahwa masa karantina merupakan awal sebuah perjalanan panjang yang akan mengubah masa depan para finalis. Masa karantina merupakan masa terberat, karena itu mereka harus tetap berjuang dan menunjukkan karakter mereka masing-masing sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.

"Jika saat karantina saja sudah merasa capek, biasanya dia akan langsung kalah. Sebaliknya yang over percaya diri juga biasanya kalah. Jadi sebaiknya lakukan yang terbaik dan positif sesuai karakter diri, namun tetap menghargai orang lain," saran Rahma.

Sekalipun menjadi Puteri Indonesia adalah impian 38 finalis ini, namun ketiga perempuan cantik dan cerdas ini tetap menekankan untuk bersaing secara positif. Mereka menegaskan bahwa Pemilihan Puteri Indonesia ini punya makna yang lebih positif daripada sekadar kompetisi.

Inti utama ajang ini terletak pada jalinan persahabatan yang kuat antara puteri-puteri daerah di Indonesia, sekaligus ajang menambah ilmu dan pengalaman yang tak akan didapatkan semua orang. Menjalin persahabatan dengan orang-orang dari berbagai daerah pasti akan semakin memperkaya diri.

"Ketika orientasinya (hanya) untuk berkompetisi, Anda tidak akan punya banyak cerita, ilmu, dan pengalaman yang bisa dibagi kepada orang lain. Karena saat kalah, Anda akan merasa terpuruk dan gagal. Puteri Indonesia lebih dari sekadar kompetisi kecantikan," ungkap Zivanna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau