Pemenang New York Marathon 2011 Kunjungi Bali

Kompas.com - 30/01/2013, 18:08 WIB

KOMPAS.com - Firehiwot Dado Tufa, pemenang New York Marathon untuk kategori wanita tahun 2011 berkunjung ke Indonesia. Ia menikmati hadiah paket wisata ke Bali atas kemenangannya dalam lomba lari internasional tersebut.

Didampingi tunangannya, Abiy Nadew Shiferaw, perempuan berkebangsaan Ethiopia ini tiba di Indonesia sejak 26 Januari 2013. Ia dan tunangannya mengunjungi beberapa tempat wisata menarik dan andalan di Pulau Bali.

Bedugul Tour adalah paket tur yang mereka lewati pada Selasa (29/1/2013). Setelah selesai sarapan, perempuan berusia 28 tahun dan penyuka masakan Italia ini berkunjung ke Pura Taman Ayun di Mengwi. Tufa mengaku menikmati kunjungan ke pura tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu tempat paling favorit yang pernah ia kunjungi di Bali.

Saat makan siang di kawasan Bedugul yang udaranya sejuk dan pemandangan menghijau, ia dan tunangannya mengaku menyukai suasana alam dan menjadi favoritnya.

Selesai makan siang perjalanan dilanjutkan menuju Monkey Forest di Alas Kedaton. Tufa dan Abiy memberanikan diri memberikan kacang kepada sekelompok kera yang “ramah” itu. Begitu ramahnya hingga beberapa di antara mereka tak segan-segan naik ke pundak pengunjung, tak terkecuali pundak Tufa dan Abiy.

Tufa pun tak bisa menyembunyikan rasa takutnya saat seekor kera berhasil naik ke pundaknya. Meski begitu, ia kelihatan senang dan menikmati kunjungan ke Monkey Forest. Ia bahkan betah berlama-lama melihat tingkah ibu kera yang menggendong bayinya.

Selain melihat kera, mereka juga menyempatkan diri melihat kelelawar dewasa dan ular yang menjadi daya tarik lain di kawasan tersebut. Para pengunjung dapat berfoto bersama kelelawar atau pun ular dengan membayar Rp 20.000.

Tidak menyiakan waktu, setelah berkeliling di Monkey Forest, Tufa dan Abiy diajak melihat pesona pura di atas batuan karang tepi laut, di Tanah Lot.

Tanpa ditanya, saat ada kesempatan Tufa langsung mengatakan bahwa ia menyukai Tanah Lot. Puas mengambil banyak foto berlatarkan Pura Tanah Lot dan Batu Bolong, Tufa dan Abiy melanjutkan perjalanan ke Arum Spa di kawasan Seminyak, Kuta untuk menikmati paket spa selama kurang lebih 2 jam.

Setelah merasa lebih segar, perjalanan dilanjutkan ke hotel dan menikmati makan malam.

Rabu (30/1/2013) pagi, Tufa berkunjung ke Yogyakarta dalam rangka trip sehari dengan mengunjungi beberapa tempat menarik seperti Candi Borobudur, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Ratu Boko.

Menjelang makan siang di Manohara Hotel, Tufa bertemu sejumlah media dalam rangka media gathering sehubungan kunjungannya ke Indonesia, khususnya Bali dan Yogyakarta. Mereka berdua akan berada di Indonesia hingga awal Februari nanti.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau