Penumpang Harus Diutamakan

Kompas.com - 31/01/2013, 03:12 WIB

Jakarta, Kompas - Setelah Pengadilan Niaga memailitkan Batavia Air, Kementerian Perhubungan meminta pihak manajemen mengutamakan penumpang. Batavia Air diminta melayani penumpang di bandar udara dan mengalihkan rute penerbangan ke maskapai lain.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti di Jakarta, Rabu (30/1) petang, mengemukakan, Batavia Air berhenti beroperasi terhitung 31 Januari 2013 pukul 00.00. Walaupun pangsa pasar Batavia Air hanya 11 persen, tetap ada penumpang yang perlu dilayani.

Ada 64 rute Batavia Air, tetapi kemudian revisi Januari 2013 tinggal 44 rute yang dilayani Batavia Air. Batavia Air memiliki 14 pesawat, tetapi yang beroperasi hanya 7 pesawat yang relatif sudah tua.

”(Saya) sudah memanggil Batavia Air beberapa hari lalu. Mereka sudah bekerja sama dengan Mandala Airlines untuk mengangkut penumpang yang serute,” tutur Herry.

Herry juga mengimbau maskapai penerbangan lain untuk menampung penumpang Batavia Air yang satu rute. ”Manajemen Batavia harus siaga di bandara untuk melayani penumpang dan memberikan penjelasan kepada penumpang,” kata Herry.

Berdasarkan pantauan Kompas di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, penerbangan terakhir Batavia Air berlangsung pukul 19.00 WIB dengan rute Jakarta-Denpasar.

Jamal, petugas tiket Batavia Air di Bandar Udara Soekarno- Hatta, mengemukakan, ada tiga penerbangan yang dibatalkan, yakni penerbangan pada 30 Januari 2013 untuk rute Jakarta-Makassar pukul 22.45, serta pada 1 Februari 2013 untuk rute Jakarta-Ambon pukul 01.05, dan Jakarta-Ternate pukul 01.25.

Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan pailit PT Metro Batavia, operator maskapai penerbangan Batavia Air. Perusahaan tersebut terbukti memiliki utang terhadap dua kreditor yang telah jatuh tempo dan belum dibayar.

Hal ini terungkap di dalam putusan Pengadilan Niaga yang dibacakan pada Rabu. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Agus Iskandar.

Batavia digugat pailit oleh International Lease Finance Corporation (ILFC). Batavia memiliki utang sebesar 4.688.064,07 dollar AS atau setara lebih dari Rp 45 miliar kepada ILFC.

(ANA/ARN/RYO/LKT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau