NEW YORK, KOMPAS.com - . Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (31/1/2013) waktu setempat. Data yang dihimpun Bloomberg memperlihatkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,3 persen menjadi 1.498,11. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,4 persen menjadi 13.860,58.
Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan dalam transaksi hari terakhir bulan Januari ini. Angka tersebut 16 persen di atas level rata-rata volume transaksi tiga bulanan.
Salah satu sentimen yang menyebabkan Wall Street terpangkas adalah kinerja emiten yang berada di bawah estimasi analis.
Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Salah satu di antaranya yakni, United Parcel Service Inc yang turun 2,4 persen setelah memprediksi penurunan laba akibat rendahnya angka pengiriman karena krisis global. Lalu, ada saham Dow Chemical Co yang anjlok 7 persen setelah pendapatan perusahaan di bawah prediksi akibat penurunan penjualan di Eropa.
Saham ConocoPhillips juga turun 5,1 persen setelah mengatakan produksi minyak dan gas akan menyentuh level terendah pada tahun ini. Sementara, saham Qualcomm Inc dan JDS Uniphase Corp masing-masing mencatat reli 3,9 persen dan 17 persen di tengah pendapatan yang lebih baik dari antisipasi.
Selain itu, pelaku pasar juga memilih untuk menunggu data mengenai tenaga kerja AS yang akan dirilis pada hari ini.
"Pasar membutuhkan udara segar untuk bernafas. Kecuali jika berita ekonomi secara signifikan di atas atau di bawah ekspektasi, maka pasar akan bergerak turun. Data yang beragam berpotensi mendorong aksi profit taking," jelas Eric Green, director of research Penn Capital di Philadelphia.
Sekadar tambahan informasi, indeks S&P 500 sudah menanjak 5 persen pada bulan ini. Sedangkan indeks Dow Jones sudah reli 5,8 persen. (Barratut Taqiyyah/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang