Hidayat Optimistis Anis Matta Dongkrak Elektabilitas PKS

Kompas.com - 02/02/2013, 01:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyatakan optimismenya bahwa partainya mampu kembali bangkit di bawah kepemimpinan Presiden PKS yang baru, Anis Matta.

Hidayat percaya akan kemampuan Anis yang sudah beberapa kali menjadi Sekretaris Jenderal PKS itu. "Tentu optimis yang setinggi-tingginya. Beliau juga sangat dikenal internal partai dan sudah berkali-kali jadi Sekjen," ujar Hidayat di kantor DPP PKS di Jakarta, Jumat (1/2/2013).

Anis Matta yang sebelumnya menjadi Sekretaris Jenderal PKS akhirnya ditetapkan sebagai Presiden PKS setelah presiden sebelumnya Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangka. Luthfi diduga terlibat dalam kasus dugaan suap impor daging sapi.

Sebelum Presiden PKS baru terpilih, ada dua calon kuat yakni Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid. Akhirnya, Anis terpilih secara musyawarah dalam forum Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS.

Hidayat mengaku tidak berambisi menjadi Presiden PKS. Pasalnya, di dalam tradisi partainya, mantan Presiden tidak akan dicalonkan lagi dalam jabatan yang serupa. Hidayat merupakan Presiden PKS periode 2000-2004.

Hidayat pun yakin di tangan Anis Matta, soliditas PKS akan semakin kuat. "Tadi dari aura pidatonya juga bisa meningkatkan elektabilitas partai dan juga konsolidasi internal yang sangat baik," ucap Hidayat.

Berita-berita terkait bisa diikuti di topik: SKANDAL SUAP IMPOR DAGING SAPI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau