Persema Akui Tunggak Gaji Irfan Bachdim

Kompas.com - 02/02/2013, 14:11 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Kubu Persema Malang mengakui menunggak gaji Irfan Bachdim, tetapi mereka tak menyebutkan lama dan nominal tunggakan kewajiban klub tersebut. Selain itu, Persema tetap menginginkan komunikasi dari Chonburi FC sebagai syarat menggaet Irfan.

Sebelumnya, melalui akun Twitter, Irfan mengaku tak digaji selama delapan bulan saat masih bermain di Persema. Pihak Bledeg Biru—sebutan Persema—melalui Asisten Manajer Dito Arief membenarkannya.

"Kami memang masih menunggak gaji Irfan. Sejujurnya, berapa bulan yang ditunggak kami tidak tahu persis. Dia tetap dapat gaji dari kami, tetapi tidak penuh," kata Dito saat dihubungi, Sabtu (2/2/2013).

Sesuai aturan dari FIFA, jika ada seorang pemain yang tertunggak gajinya selama lebih dari tiga bulan, sang pemain langsung berstatus bebas transfer. Itulah yang menjadi dasar Irfan berlabuh ke Chonburi.

"Aturannya memang begitu. Tetapi, tetap saja, meski Irfan merasa (statusnya) bebas transfer, harus ada komunikasi dengan klub lamanya. Sebab, ini ada hubungannya dengan kedua belah pihak. Klub barunya juga harus berkomunikasi dengan klub lamanya," tambah Dito.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau