Waduk Pluit Berpotensi Jadi Lokasi Wisata

Kompas.com - 02/02/2013, 21:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kawasan Waduk Pluit di Jakarta Utara memiliki potensi untuk menjadi tempat wisata gratis bagi warga Ibu Kota. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau pengerukan di waduk tersebut, Sabtu (2/2/2013) sore.

Joko Widodo mengungkapkan, dengan alokasi dana lebih dari Rp 900 miliar, ia yakin normalisasi Waduk Pluit akan selesai lebih cepat. Selain itu, normalisasi waduk ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengurangan dampak banjir. Nantinya, di sekitar kawasan waduk juga akan dibuat zona hijau. Tak hanya untuk resapan, zona hijau juga berfungsi mempercantik kawasan waduk tersebut.

"Kalau berjalan baik, ada potensi waduk ini jadi tempat wisata keluarga, tapi fungsi utamanya tetap sebagai waduk Jakarta," kata Jokowi di tepian Waduk Pluit.

Pengerukan Waduk Pluit, Jakarta Utara, saat ini telah dilakukan. Namun, proses pengerukan akan lebih dioptimalkan setelah APBD DKI 2013 cair dan bisa digunakan. Luas Waduk Pluit mencapai 80 hektar. Akan tetapi, sekitar 20 hektarnya telah dicaplok warga untuk dijadikan permukiman.

Jokowi bermimpi, luas waduk ini bisa kembali seperti semula dan merelokasi warga yang tinggal di lahan waduk ke rumah susun sewa murah. Sementara itu, untuk kedalaman air, mantan Wali Kota Surakarta ini bertekad mengembalikan kedalaman waduk sekitar 10 meter. Saat ini, kedalaman Waduk Pluit hanya 2-3 meter. Saat musim hujan tiba, maka air dalam waduk dibuang ke laut menggunakan pompa yang berada di lokasi.

"Kalau waduk ini selesai dinormalisasi, kapasitasnya akan naik enam kali lipat dari saat ini. Enggak ada lagi banjir. Manajemennya, pas mau hujan, air di waduk ini harus dihabisi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau