BANDUNG, KOMPAS.com — Rapat beragendakan penyerahan jadwal kampanye Pilkada Jawa Barat 2013 yang bertempat di kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jabar mendadak ribut. Tim sukses masing-masing pasangan calon memprotes surat keputusan KPU terkait jadwal kampanye yang mereka sebut membingungkan.
Pasalnya, mereka mengaku telah mendengar kabar bahwa KPU tidak mengizinkan kampanye damai digelar pada hari pertama kampanye, 7 Februari 2013, dengan alasan keamanan. Namun, sewaktu menerima salinan SK dari KPU, di sana masih tercantum jadwal kampanye damai.
"Kami harus ikut yang mana," kata Abdy Yuhana, Ketua Tim Sukses Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Minggu (3/2/2013).
Menurut jadwal, kampanye damai seharusnya dilakukan setelah pembacaan visi dan misi pasangan calon di DPRD Provinsi Jabar. Mereka mempermasalahkan itu karena khawatir pelaksanaannya bakal membingungkan. Berpatokan pada SK KPU bakal ada kampanye damai, tapi dikhawatirkan bakal batal pada hari pelaksanaannya.
Kebingungan para tim sukses berubah menjadi kegeraman sewaktu perwakilan yang menemui mereka adalah staf, tidak ada satu pun komisaris KPU yang bisa memberikan kepastian. Ditambah lagi saat Ketua Tim Sukses Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana Zainal Lan, Didin Supriadin, yang mengaku trauma dengan miskomunikasi di tubuh KPU.
"Soal surat suara, misalnya, saya diperbolehkan Sekretaris KPU untuk mengganti nama, tapi mendadak beberapa jam kemudian dibatalkan oleh komisioner," kata Didin.
Dengan kebuntuan tersebut, staf KPU bernama Agus Ridwan dan Ma'mun Nawawi menjanjikan jawaban segera dari para komisioner.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang