JAKARTA, KOMPAS.com - Mata uang utama Asia seperti yen Jepang, dollar Singapura, won Korea, dollar Taiwan, dollar HongKong menjadi mata uang terlemah di Asia dalam sepekan terakhir.
Perang mata uang ini akan semakin menyulitkan penguatan rupiah dalam jangka pendek.
Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, di Jakarta, Senin (4/2/2013), pelemahan sejumlah mata uang itu merupakan respon dari melemahnya mata uang yen yang disengaja. Itu merupakan upaya meningkatkan daya saing ekspor Jepang di tengah menurunnya permintaan ekonomi global. Pelemahan yen ditargetkan mencapai 100 yen per dollar AS.
"Korea Selatan mulai mengeluhkan persaiangan dengan Jepang karena membuat ekspor Korea menjadi mahal," kata Lana.
Sayangnya pelemahan rupiah yang sudah terjadi sejak awal tahun 2012 lalu tidak menguntungkan ekspor Indonesia yang berbasis komoditas. Hal itu terjadi karena di saat yang sama harga komoditas masih belum beranjak naik secara meyakinkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang