Konflik suriah

Presiden Assad Kecam Serangan Udara Israel

Kompas.com - 04/02/2013, 09:48 WIB
DAMASKUS, KOMPAS.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad, Minggu (3/2/2013), mengecam serangan Israel ke negaranya pekan lalu. Ini adalah pernyataan resmi Assad pertama sejal serangan udara Israel itu.

Presiden Assad mengatakan serangan udara itu telah membuka kedok Israel terkait peran yang dimainkan negara Yahudi itu.

"Israel bersama kekuatan asing dan agen-agen mereka di tanah Suriah berupasa untuk melakukan destabilisasi dan melemahkan Suriah," kata Assad.

Namun, Assad menambahkan, dalam pertemuan dnegan Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran Saeed Jalili, dia mengatakan bawa militer Suriah masih mampu menghadapi ancaman dan agresi yang terjadi saat ini.

Stasiun televisi pemerintah Suriah, Al-Ikhbariya menayangkan situasi akibat serangan udara Israel di pusat riset Jamraya, Damaskus. Dari tayangan itu terlihat bangunan hancur dan mobil-mobil terbakar. Sejumlah pernyataan saksi mata juga ditayangkan.

"Saat serangan udara berakhir, saya berusaha menolong korban luka," kata seorang saksi yang mengaku mengalami patah tulang bahu.

Namun, seorang pejabat milite AS kepada BBC pekan lalu mengatakan bahwa target serangan udara itu adalah sebuah konvoi kendaraan militer yang mengangkut misil darat ke udara SA-17, yang diduga akan dibawa ke Lebanon.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau