Afganistan

Perdamaian dengan Taliban dalam 6 Bulan

Kompas.com - 05/02/2013, 02:11 WIB

London, Senin - Presiden Afganistan Hamid Karzai dan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyepakati penyelesaian damai atas konflik antara Afganistan dan kelompok Taliban dicapai dalam enam bulan. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan yang disponsori Perdana Menteri Inggris David Cameron di Chequers Court, rumah peristirahatan PM Inggris di Buckinghamshire, Inggris, Senin (4/2).

”Semua pihak sepakat tentang pentingnya upaya ini dan berkomitmen melakukan segala hal yang diperlukan untuk mencapai penyelesaian damai dalam enam bulan,” demikian pernyataan bersama yang dikeluarkan kantor PM Inggris.

Pertemuan itu digelar untuk mendorong kerja sama kedua negara, di tengah kekhawatiran terjadi perang saudara setelah pasukan internasional pimpinan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meninggalkan Afganistan pada akhir 2014. Dukungan Pakistan—yang menyokong rezim Taliban saat berkuasa di Afganistan pada 1996-2001—dinilai sangat penting bagi perdamaian setelah penarikan mundur pasukan NATO.

Hubungan dua negara bertetangga itu nyaris tak pernah akur. Kabul dan Washington berulang kali menuduh Pakistan melindungi Taliban dan memperkeruh situasi keamanan Afganistan. Namun, belakangan, negosiator Afganistan memuji langkah Pakistan membebaskan puluhan tahanan Taliban. Langkah itu dianggap bisa membawa Taliban ke meja perundingan.

”Proses trilateral ini mengirim pesan jelas kepada Taliban: ini saatnya setiap orang berpartisipasi dalam proses politik damai di Afganistan,” ujar juru bicara Pemerintah Inggris.

Dalam pernyataan bersama, Karzai, Zardari, dan Cameron juga mendukung pembukaan kantor perwakilan Taliban di Qatar agar dapat turut serta dalam pembicaraan damai. ”Kami mendorong Taliban membuka kantor perwakilan di Qatar untuk memperlancar negosiasi antara Taliban dan Dewan Tinggi Perdamaian Afganistan, sebagai bagian dari proses perdamaian,” demikian pernyataan bersama tersebut.

Ini adalah pertemuan ketiga Karzai dan Zardari, setelah sebelumnya digelar di Kabul, Juli, dan di New York, AS, pada September 2012. Namun, baru pada pertemuan ini pimpinan angkatan bersenjata, kepala badan intelijen kedua negara, dan ketua Dewan Tinggi Perdamaian Afganistan dilibatkan.

Dalam wawancara setelah tiba di London dengan harian Guardian dan stasiun televisi ITV, Karzai mengatakan, ancaman terbesar untuk perdamaian di Afganistan bukanlah Taliban, melainkan campur tangan kekuatan asing. ”Perdamaian hanya terjadi jika unsur eksternal yang terlibat menciptakan pertempuran, ketidakstabilan, dan kondisi tanpa hukum di Afganistan terlibat dalam pembicaraan damai,” ujarnya.

Karzai menambahkan, pasukan Barat di Afganistan telah ”bertempur di tempat yang salah”. Dia menyebut contoh situasi keamanan di Provinsi Helmand, lokasi pertempuran yang memakan korban tewas tentara AS terbanyak di Afganistan, justru lebih aman sebelum pasukan Inggris tiba di sana.

Tentara dan polisi Afganistan akan mengambil alih tanggung jawab keamanan dan menghadapi perlawanan Taliban setelah penarikan 100.000 personel pasukan internasional pada akhir tahun depan. Namun, lebih dari 60 tentara asing tewas sepanjang tahun 2012 dalam serangan yang dilakukan pasukan keamanan Afganistan. Hal itu mengancam proses pengalihan tanggung jawab keamanan kepada polisi Afganistan. Pasukan keamanan Afganistan juga makin kerap menjadi sasaran serangan para pengebom bunuh diri Taliban. (AFP/AP/REUTERS/was)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau