Jakarta, Kompas
”Jessy tak bisa hadir karena masalah visanya tak kunjung selesai. Saya harus memaksimalkan pemain yang ada untuk setiap pertandingan,” kata Suharyadi, Kapten Tim Indonesia, ketika dihubungi di Astana.
Ketidakhadiran Jessy untuk melengkapi Tim Piala Fed Indonesia tidak menimbulkan masalah pada pertandingan pertama. Hanya diperkuat tiga pemain, yaitu Ayu Fani Damayanti, Lavinia Tananta, dan Aldila Sutjiadi, mereka bisa memetik angka penuh.
Bermain di Pusat Tenis Nasional di Astana, Lavinia yang ditempatkan sebagai pemain tunggal pertama mengalahkan Anna Clarice Patrimoni, 6-3, 6-1. Tunggal berikutnya, Ayu, menuai hasil serupa dengan menaklukkan Marinel Rudas tanpa kehilangan gim, 6-0, 6-0.
Pasangan Lavinia/Aldila Sutjiadi memastikan kemenangan 3-0 Indonesia atas Filipina setelah pada pertandingan ketiga menaklukkan Marian Jade Capadocia/Anna Clarice Patrimoni, 6-2, 6-0.
Suharyadi mengatakan, ketiga petenis bermain sangat fokus dan percaya diri menghadapi Filipina. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya break-point yang dibuat para petenis Indonesia pada laga itu.
”Saya berharap pada partai selanjutnya anak-anak bermain dengan konsentrasi yang sama seperti sekarang ini dan mempertahankan pola permainannya,” katanya.
Indonesia berada di Pul B Grup II Zona Asia/Oseania bersama Filipina, Malaysia, Iran, Kirgistan, dan Pakistan. Pada pertandingan kedua, Indonesia akan menghadapi Kirgistan. Adapun di Pul A bergabung Hongkong, Selandia Baru, Turkmenistan, Singapura, dan Vietnam.
Mengenai suhu udara di Astana yang mencapai -16 derajat celsius, Suharyadi mengatakan, hal itu tak menjadi kendala. ”Kami bermain di lapangan indoor dan dilengkapi penghangat ruangan,” katanya.