”Kang Aher, ayo pulang. Kang Deddy, ayo pulanglah juga.” Demikian gurauan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali saat berpidato dalam peringatan hari lahir PPP yang ke-40 di Hotel Panghegar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/2). Sekitar 2.000 kader PPP yang hadir dalam acara itu pun menyoraki perkataan Suryadharma itu.
Ajakan ”pulang” tersebut ditujukan Suryadharma kepada pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jabar, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, yang menghadiri acara itu. Pasangan yang disapa cuma tersenyum, dan manggut-manggut di kursi deretan paling depan.
Imbauan untuk ”pulang” itu dikatakan Suryadharma seusai panjang lebar menjelaskan di depan ribuan kadernya tentang rencana partai berlambang Kabah itu pada 2013. ”Tujuan menjadikan PPP sebagai rumah besar umat Islam sudah dicanangkan tahun 2012. Kini saatnya kita memperkokoh rumah besar itu dengan menjadikan kader sebagai tuan rumah yang baik. Mari pulang ke rumah besar kita,” ujar Suryadharma, yang juga Menteri Agama.
Ajakan ”pulang” itu menjadi penting bagi PPP karena partai itu di Jabar sedang berjuang memenangkan calon pasangan Aher-Deddy yang diusung bersama Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Hanura. Keduanya diketahui bukan kader murni PPP.
Heryawan mengakui, PPP adalah ”rumahnya” sebelum dia bergabung dengan PKS. Sebelum ada banyak partai berlandaskan Islam di era Reformasi, keluarga besarnya adalah simpatisan dan kader PPP. ”Saya harus mengaku bahwa dulunya keluarga saya adalah pendukung PPP sehingga tidak salah dan sah-sah saja jika PPP mengakui dan mendukung saya sebagai gubernur. Ibu saya, sekalipun tidak sampai menjadi pengurus partai, adalah kader aktif PPP,” ujar Heryawan yang disambut tepuk tangan para kader.
Bagi PPP, Pilkada Jabar adalah pertaruhan besar untuk persaingan berikutnya pada Pemilu 2014. Keputusan DPP PPP untuk mendukung Aher-Deddy sudah final meski sempat terjadi tarik ulur karena ada seorang kader lainnya, Tatang Farhanul Hakim, mantan Bupati Tasikmalaya, yang jadi calon wagub dari Irianto MS Syafiuddin (Yance). Tatang sudah ”meloncat” ke Partai Amanat Nasional.
”Rumah kita jangan mau dijadikan tempat membesarkan orang-orang yang tidak peduli dengan kepentingan partai. Mereka yang sudah mendapatkan segalanya dari partai, lalu melupakan partai yang membesarkannya,” kata Ketua DPW PPP Jabar Rachmat Yasin.
Yasin yang juga Bupati Bogor menargetkan meraih 15 persen suara dalam Pemilu 2014 di Jabar. Itu diharapkan bisa melengkapi Aher-Deddy yang ditargetkan memenangi Pilkada Jabar.
”Kami lebih mengedepankan kader internal partai dulu dalam pencalonan presiden. Tiap partai punya hak untuk mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden. Saya di Jabar punya keinginan agar Ketua Umum PPP bisa muncul sebagai kontestan Pilpres 2014. Hal ini wajar-wajar saja dan sudah merupakan keinginan semua kader PPP di Jabar,” kata Yasin.
Pemeo yang mengatakan ”tidak ada makan siang yang gratis” rupanya berlaku dalam dukungan PPP kepada Aher-Deddy. ”Kemenangan Aher-Deddy jadi jaminan keberhasilan PPP di tingkat nasional. Semua kader siap memenangkan pasangan ini. Jika sudah terpilih, kami juga akan menagih balik, yakni apa balasan pasangan ini kepada PPP yang sudah mendukung mereka dalam pilgub 2013 ini,” ujar Yasin terang-terangan.
Dengan bahasa yang lebih lugas, Sekretaris Pemenangan Pemilu DPW PPP Jabar Zainni Shofari mengungkapkan, balasan yang ditagih dari Aher-Deddy ialah komitmen mereka untuk membesarkan partai pengusung, termasuk PPP. ”Caranya macam-macam, antara lain dengan pendanaan sebab tidak bisa dimungkiri bahwa parpol juga memerlukan dana untuk berkembang,” katanya.
Namun, tak hanya keuntungan finansial yang dikejar partai pengusung. Parpol juga perlu dibantu membesarkan basis. Misalnya, PPP yang memiliki basis massa besar di Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya. ”Aher-Deddy diharapkan memberikan perhatian pada basis PPP itu, yakni dengan program memajukan masyarakat di sana,” ujarnya.
Definisi politik secara praktis, seperti dikemukakan akademisi politik Harold Lasswell, yakni soal siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana, tengah berlangsung dalam Pilkada Jabar.