LSI: Pasangan Dede-Laksamana Masih Unggul

Kompas.com - 05/02/2013, 12:37 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Lingkaran Survei Indonesia menyebutkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana Zaenal, masih berada di posisi teratas dengan 35,3 persen dibandingkan dengan empat pasangan lainnya.

"Dari data ini, pasangan cagub dan cawagub Dede Yusuf-Lex Laksamana masih mengungguli empat pasangan lain, tetapi posisi belum aman karena ada margin error 4,8 persen," kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/2/2013).

Toto menuturkan, jika pasangan cagub dan cawagub Jabar dengan nomor urut tiga ini lengah, bukan mustahil posisinya akan tersalip oleh pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. "Jadi, saya tegaskan, walaupun memperoleh 35 persen suara, pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana sebenarnya belum cukup aman untuk memenangi Pilgub Jabar, kalau lengah," katanya.

Dalam survei yang dilakukan tanggal 10-16 Januari 2013 dengan jumlah responden sebanyak  440 orang memotret tentang kecenderungan perilaku pemilih terhadap sejumlah pasangan cagub pada Pilgub Jabar yang resmi dan telah mendapatkan nomor urut dari Komisi Pemilihan Umum Jabar.

Menurut dia, dari hasil survei tersebut, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar berada di posisi kedua dengan persentase 27,4 persen setelah pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana. "Posisi ketiga adalah pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki sebanyak 13,2 persen, lalu pasangan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim 9,5 persen dan pasangan Dikdik Mulyana Arif Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib," kata Toto.

Toto menuturkan, masalah yang terjadi di tubuh Partai Keadilan Sejahtera, yakni ditetapkannya Presiden PKS Luthfhi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka kasus korupsi suap sapi impor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, akan mengganggu peluang pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar untuk menyalip pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana.

"Apabila pemberitaan tentang penetapan LHI sebagai tersangka itu tersebar dan tersiar dengan masif, khusus di televisi, akan sulit bagi Aher untuk menyalip," kata Toto. "Untuk DY (Dede Yusuf), kalau efek PKS rontok, DY aman saja kalau itu terjadi. Tentu dengan catatan tidak ada tsunami politik terhadap DY dan Aher. Kalau enggak, Rieke jadi posisi kedua," kata Toto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau