Penerbangan

Boeing Minta Izin Uji Terbang Dreamliner

Kompas.com - 05/02/2013, 15:16 WIB

ATLANTA, KOMPAS.com - Boeing meminta izin dari Badan Penerbangan Federal AS (FAA) untuk melakukan tes terbang pada pesawat 787 Dreamliner-nya yang bermasalah.

Seluruh pesawat jenis super besar ini, berjumlah 50 buah, dilarang terbang bulan lalu karena munculnya masalah pada baterai pada pesawat itu.

Baterai pada pesawat 787 Japan Airlines terbakar sementara pada maskapai All Nippon Airways baterainya memaksa pesawat mendarat darurat.

Uji terbang ini menurut pengamat menunjukkan Boeing sudah menemukan kemungkinan pokok masalahnya.

Peter Conte, juru bicara Boeing, mengatakan kepada BBC bahwa permintaan untuk uji terbang ini kini "tengah dibahas" FAA. 

Tak Ada Kesalahan

Pengamat Chris de Lavigne dari perusahaan konsultasi Frost & Sullivan menduga izin akan diberikan pada perusahaan pembuat pesawat itu.

"Jelas indikasinya kalau Boeing sudah menemukan masalahnya dan mungkin sudah mendapatkan solusinya sekaligus," kata De Lavigne.

"Langkah logis berikutnya adalah melakukan tes terbang dan membuktikan apakah solusinya berhasil."

Indiden yang terjadi pada pesawat Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) telah mendorong pihak berwenang di AS dan Jepang untuk menyelenggarakan penyelidikan untuk mengetahui apa penyebab masalah baterai ini.

Namun menurut temuan Jepang, Menteri Transportasi setempat menyebut tak ditemukan kesalahan apapun pada baterainya.

Pada saat bersamaan Boeing juga menggelar penyelidikan internal juga mengaku tak ada yangs alah dengan sumber catu daya pesawatnya.

"Hasil investigasi tak menunjukkan kami telah memilih teknologi pengembangan baterai yang salah," kata Jim McNerney, Direktur Boeing pekan lalu.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pesawat-pesawat itu akan tetap menjalani sanksi larangan terbang (grounded) seterusnya.

Sementara Boeing menjadwal ulang pengiriman sejumlah pesawat Dreamliner yang sudah jadi karena masalah ini. Boeing menerima sekitar 800 pesanan untuk membuat pesawat ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau