Turis Korsel ke Indonesia Masih Sedikit

Kompas.com - 05/02/2013, 18:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Wisatawan asal Korea Selatan yang melakukan perjalanan luar negeri mencapai 12 juta. Namun, hanya 300 ribu di antaranya yang melancong ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan General Chairman Indonesia-Korea Friendship Association (IKFA), Nick T Dammen saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (5/12/2013). Dammen sebelumnya bertugas di Korea Selatan sebagai Duta Besar Indonesia.

"Di bidang pariwisata, kita agak concern. Mudah-mudahan IKFA bisa lebih banyak menjual, agar turis Korea Selatan lebih banyak ke Indonesia," ungkapnya.

Padahal, warga negara Korea Selatan di Indonesia mencapai 70 ribu orang. Menurut Dammen, jumlah warga Korea Selatan di Indonesia bahkan lebih daripada masyarakat Jepang yang ada di Indonesia.

"Pelajar Korea Selatan di Indonesia lebih banyak daripada mahasiswa Indonesia di Korea Selatan. Bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari mereka. Mereka juga lihat peluang kalau selesai kuliah, langsung diambil perusahaan Korea di Indonesia," jelas Dammen.

Dammen menambahkan di Indonesia terdapat lebih dari 2.000 perusahaan milik Korea Selatan. Sebut saja perusahaan mobil, elektronik, restoran, karaoke, bahkan sampai salon.

Menurut Dammen, banyaknya orang Korea Selatan di Indonesia juga bisa menjadi potensi menjaring wisatawan asal negara tersebut. Ia mengungkapkan Korea Selatan memiliki budaya kekeluargaan.

"Mereka sangat akrab dan dekat. Kalau wisata, dia lihat ada temannya nggak di sana. Jadi banyak yang ke Jakarta juga, karena punya kenalan di Jakarta," tuturnya.

Sementara itu, Jhonny Sugiarto, seorang pengusaha di bidang pariwisata, menyebutkan bahwa wisatawan Korea Selatan ke Indonesia adalah pasangan yang datang dalam rangka bulan madu.

"Tapi fokusnya masih di Pulau Bali dan Pulau Lombok. Padahal Indonesia banyak punya spot pulau-pulau untuk honeymoon, sayang belum dikembangkan," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau