Pilkada jabar

Calon Artis Lebih Didukung Masyarakat

Kompas.com - 06/02/2013, 02:51 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Sebuah survei yang dikeluarkan Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia menyebut tiga pasangan calon yang bakal meraup suara dominan, yakni Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana Zainal Lan, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki. Keberadaan para selebritas seolah menjadi pembenaran bahwa pemilih di Jabar masih melihat figur untuk menentukan calon pemimpin mereka.

Demikian kesimpulan hasil survei yang dikeluarkan lembaga survei tersebut di Bandung, Selasa (5/2). Survei dilakukan pada 10-16 Januari 2013 terhadap 440 responden, dengan marjin kesalahan 4,8 persen.

Tiga pasangan punya figur artis, yakni Dede Yusuf, Deddy Mizwar, dan Rieke Diah Pitaloka, dikenali mayoritas responden. Sementara dua pasangan tanpa artis, yakni Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib dan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, tidak melampaui 10 persen suara.

”Hasil ini menjadi pembenaran bahwa Pilkada Jabar menjadi perang bintang dengan kehadiran para calon yang berasal dari kalangan pesohor,” kata Direktur Eksekutif Cikom LSI Toto Izul Fatah.

Berdasarkan kategori pengenalan tokoh, Dede Yusuf dikenali responden dengan 95,4 persen suara, diikuti Deddy Mizwar (89,1 persen) dan Rieke Diah Pitaloka (73,9 persen). Gubernur petahana Ahmad Heryawan meraih popularitas hingga 63,4 persen.

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Muradi, mengatakan, hasil ini menegaskan tesis yang menyebut bahwa pemilih di Jabar cenderung memilih pemimpin berdasarkan figur yang dikenal. Fenomena serupa terjadi pada Pilkada Jabar 2008. Ketika Ahmad Heryawan berpasangan dengan Dede Yusuf, secara mengejutkan pasangan ini bisa mengalahkan gubernur petahana Danny Setiawan dan politisi nasional Agum Gumelar.

Toto mengatakan, survei itu belum mencerminkan kondisi terkini, terutama kasus penahanan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait suap dari importir daging sapi. Elektabilitas Heryawan dipastikan turun karena berita tersebut sudah tersebar luas ke masyarakat.

”Meski kalah unggul dibandingkan Dede-Lex, elektabilitas Heryawan-Mizwar bisa naik kembali apabila mereka bisa menegaskan harapan baru kepada masyarakat,” ujar Toto.

Dede yakin menang

Survei Cikom LSI menunjukkan, 35,3 persen responden bakal memilih pasangan Dede-Lex, diikuti Heryawan-Mizwar (27,4 persen) dan Rieke-Teten (13,2 persen). Irianto yang kurang dikenal berdasarkan survei itu hanya mendapatkan dukungan 9,5 persen responden. Sementara calon dari jalur perseorangan, Dikdik-Cecep, 0,7 persen.

Dipaparkan lebih jauh, Dede- Lex mampu menjaring pemilih dari berbagai kategori, baik jenis kelamin, agama, usia, pendidikan, suku, maupun tingkat pendapatan. Hanya Irianto yang unggul untuk pemilih dari suku Jawa, sementara Heryawan unggul dengan pemilih berlatar belakang pendidikan perguruan tinggi.

Heryawan menyebut hasil survei itu sebagai cambuk bagi tim pemenangan untuk bekerja lebih keras lagi. Selama ini, hasil survei menjelang pilkada belum bisa menggambarkan kenyataan sesungguhnya di lapangan.

Ketua tim sukses pasangan Dede-Lex, Didin Supriadin, mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat berdasarkan hasil survei itu harus dipertahankan hingga hari pemilihan. Hasil survei tersebut bakal dipakai untuk kajian dalam strategi pemenangan pilkada.

Dede Yusuf optimistis mampu memenangi pilkada dalam satu putaran. Selain mengandalkan mesin partai, pihaknya juga mengerahkan relawan. Saat ini sudah terbentuk 125 tim relawan dari berbagai kelompok masyarakat. Ia juga sudah mengatur jadwal kampanye yang efektif dan efisien.

Meski perolehan suaranya diramalkan jelek, Irianto mengaku tidak terlalu risau. Ia mengatakan bakal lebih keras lagi berkeliling ke semua daerah demi memperkenalkan diri kepada masyarakat Jabar. ”Saya akan turun terus dengan menawarkan program unggulan,” katanya.

Teten optimistis bakal meraih suara melampaui hasil survei. Dia juga berjanji menghemat anggaran apabila terpilih memimpin Jabar bersama Rieke. Penghematan akan dilakukan pada pos anggaran yang dianggap menghamburkan uang rakyat, dan akan menambah pembiayaan sektor kesejahteraan masyarakat, seperti kesehatan dan pendidikan.(eld/sem/mhf/rek/che/nik)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau