NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Wall Street berbalik melonjak pada Selasa (5/2/2013) waktu setempat (Rabu pagi WIB), pulih jauh dari kerugian Senin (4/2) dan mengambil momentum dari indikator ekonomi yang kuat.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir 99,22 poin lebih tinggi (0,71 persen) menjadi 13.979,30. Indeks S&P 500 naik 15,58 poin (1,04 persen) menjadi 1.511,29, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 40,41 poin (1,29 persen) menjadi 3.171,58.
Dalam catatan pasar terbaru sore hari, Charles Schwab & Co. mengaitkan "kenaikan mantap" pada Selasa terhadap laporan ekonomi AS yang menunjukkan aktivitas sektor jasa meningkat dan kontraksi pada aktivitas bisnis zona euro melambat.
Anggota saham unggulan (blue-chip) Dow, hampir secara umum naik, dengan keuntungan terbesar diraih UnitedHealth Group (naik 3,7 persen), Bank of America (naik 3,4 persen), JPMorgan Chase (naik 2,3 persen) dan American Express (naik 2,1 persen).
Beberapa perusahaan di indeks Nasdaq juga berkinerja baik, dengan Apple melompat 3,5 persen dan BlackBerry naik 7,6 persen. Saham Dell naik 1,1 persen menjadi 13,42 dollar AS setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan 24,2 miliar dolar AS untuk go private (menjadi perusahaan tertutup), menilai perusahaan di 13,65 dollar AS per saham. Pesaing Dell, Hewlett-Packard juga menguat, naik 2,5 persen.
Perusahaan internet dan TV kabel Inggris Virgin Media naik 17,9 persen, setelah mengkonfirmasi pembicaraan dengan Liberty Global untuk diakuisisi oleh raksasa kabel AS. Tapi Liberty global turun 2,3 persen.
McGraw-Hill, pemilik S&P, menukik 10,7 persen, penurunan tajam hari kedua, setelah Departemen Kehakiman menggugat S&P atas pemeringkatan obligasi hipotek pada 2007. Pesaing S&P, Moody’s juga terseret ke wilayah negatif, jatuh 8,8 persen, meskipun tidak tercantum dalam pengaduan.
Raksasa waralaba makanan cepat saji Yum Brands, pemilik Kentucky Fried Chicken dan Pizza Hut, tenggelam 2,9 persen setelah laba kuartal keempatnya menunjukkan lebih terdampak dalam bisnisnya di China dari publikasi buruk tentang ayam yang dibesarkan di peternakan China.
Pejabat pemerintah Shanghai sedang melakukan penyelidikikan setelah laporan televisi menunjukkan tingkat antibiotik yang berlebihan dalam ayam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang