Satu Siswa Curang, Jangan Satu Sekolah Dikorbankan

Kompas.com - 06/02/2013, 11:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 diminta meninjau lagi aturan sanksi larangan ikut SNMPTN jalur undangan untuk seluruh siswa di satu sekolah terhadap kecurangan dalam pendaftaran. Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas, mengatakan bahwa aturan tersebut dapat ditegakkan jika memang yang diketahui berbuat curang adalah pihak sekolah.

Misalnya, saat mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), kepala sekolah melakukan katrol nilai kepada para siswanya.

"Jika kesalahan ada di pihak sekolah itu, layak satu sekolah tidak ikut SNMPTN," kata Darmaningtyas kepada Kompas.com, Rabu (6/2/2013).

Sementara peristiwa yang menimpa SMA Negeri 84 Jakarta baru-baru ini, tindak kecurangan justru dilakukan oleh oknum siswa. Akibat dari ulah satu siswa tersebut, para siswa kelas XII di sekolah tersebut tak bisa mengikuti SNMPTN 2013.

"Nah ini tidak benar. Jika kesalahan tersebut dilakukan oleh murid, tidak boleh semua siswanya jadi kena juga. Yang kena sanksi satu siswa itu saja," ujar Darmaningtyas.

"Kan yang melanggar satu siswa saja. Dia tidak jujur. Yang dilarang ikut satu saja. Jangan semuanya," tandasnya.

Seperti diketahui, Panitia SNMPTN 2013 mengungkapkan bahwa jumlah sekolah yang masuk daftar hitam dan dilarang ikut SNMPTN pada tahun ini meningkat dua kali lipat. Pada tahun sebelumnya, jumlah sekolah yang dilarang ikut seleksi ini sebanyak 12 sekolah dari seluruh Indonesia.

Salah satu sekolah yang diketahui masuk daftar hitam tersebut adalah SMA Negeri 84 Jakarta. Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi dan informasi yang diterima oleh salah satu orangtua murid, kecurangan dilakukan oleh salah seorang siswa, bukan sekolah. Namun, seluruh siswa Kelas XII di sekolah tersebut yang menanggung akibatnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau