Marissa Mayer, Nakhoda Perubahan Yahoo

Kompas.com - 06/02/2013, 16:05 WIB

Olivier Ezratty/CC via Fotopedia Marissa Mayer saat di konferensi Le Web, Prancis

KOMPAS.com — Bulan Juli 2012, dunia digital dikejutkan oleh berita kepindahan Marissa Mayer, salah satu eksekutif Google, ke Yahoo. Saat itu, kinerja Yahoo yang tak lain adalah kompetitor Google tengah disorot karena prestasinya yang menurun.

Menduduki jabatan terpenting di Yahoo membuat Mayer yang baru berusia 37 tahun tercatat sebagai CEO termuda dalam daftar 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat.

Selain cantik, Mayer pun punya catatan prestasi yang cemerlang di Google. Lulusan Universitas Standford ini bergabung dengan Google pada tahun 1999 sebagai karyawan ke-20. Dia termasuk salah satu orang penting di Google, yang telah membesarkan perusahaan internet itu.

Selama di Google, Marissa pernah menduduki berbagai posisi dan bertanggung jawab atas pengembangan berbagai produk Google. Salah satu warisannya di Google, yang masih bisa kita nikmati saat ini, adalah layanan Google Search. Meskipun tampak sederhana, banyak orang tertarik dan memiliki ketergantungan terhadap layanan itu.

Seperti pernah dikatakan oleh Mayer, “I think Google should be like a Swiss Army knife: clean, simple, the tool you want to take everywhere.

Kualitas Google

Di Google, Mayer terkenal dengan gaya kepemimpinannya yang inspiratif. Carmine Gallo, penulis buku The Presentation Secrets of Steve Jobs, pernah mewawancarai Mayer dan lebih dari 50 orang pemimpin bisnis lainnya dalam sebuah riset untuk bukunya yang berjudul Fire Them Up.

Gallo terkesan dengan gaya kepemimpinan Mayer. Menurutnya, Mayer memiliki tiga ciri pemimpin yang berkualitas. Dia memiliki passion terhadap pekerjaannya, persuasif, dan mampu memotivasi timnya.

Marissa bekerja mulai pukul 9 pagi hingga 8 malam. Setelah itu, dia akan berlatih di gym sebelum kemudian kembali bekerja dan membaca email hingga pukul 11 malam. Energi sebesar itu tentu tidak dimiliki seseorang, kecuali jika dia benar-benar memiliki passion terhadap pekerjaannya.

Mayer juga seorang pembicara yang andal dan persuasif. Dia adalah seorang story teller yang memikat. Presentasi selama satu jam, misalnya, bisa dia sampaikan dengan menarik hanya berbekal 10 slide yang semuanya berisi foto.

Satu lagi, sebagai motivator yang ulung, Mayer rajin mendengarkan dan menasihati para karyawannya. Di Google, setiap hari selama 90 menit, mulai pukul 4 sore, Mayer menyediakan waktunya untuk mendengarkan dan berdiskusi dengan para karyawan secara personal. Setiap staf bisa menyampaikan kritik dan mengemukakan ide-idenya langsung kepada Mayer.

Angin perubahan

Setelah mengumumkan kepindahannya ke Yahoo, publik dibuat penasaran dengan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Mayer di perusahaan itu. Dalam 6 bulan pertamanya di Yahoo, Mayer telah melakukan banyak perubahan, bahkan melebihi yang telah dilakukan oleh para pendahulunya selama bertahun-tahun.

Mayer membenahi layanan email Yahoo dan mendesain ulang Flickr, aplikasi sharing foto yang dimiliki Yahoo. Desember lalu, Yahoo juga merilis aplikasi mobile baru untuk Yahoo Mail and Flickr. Hal ini cukup berhasil menambah jumlah fans Yahoo dan meningkatkan jumlah upload foto ke Flickr hingga 25 persen.

Di lingkungan perusahaan, Mayer menyuntikkan semangat kepada para karyawan lewat berbagai kebijakannya. Dia membangun kantin bagi para karyawan dan membekali mereka dengan iPhone dan ponsel Android. Selain itu, dia juga menarik beberapa bintang digital di Silicon Valley untuk bergabung dengan jajaran direksi Yahoo, termasuk Max Levchin, co-founder PayPal, dan Henrique de Castro, salah seorang eksekutif Google.

Tanggal 28 Januari lalu, Yahoo merilis laporan kuartalnya. Selama kuartal 4 (Q4) tahun 2012, Yahoo menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir. Pertumbuhan itu bahkan lebih tinggi dari profit yang diprediksi oleh Wall Street.

Situs CNBC melansir pendapatan Yahoo Search saja naik sebesar 4 persen pada Q4, yakni 482 juta dollar AS, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 465 juta dollar AS. Secara keseluruhan, Yahoo melaporkan meraih laba bersih sebesar 272 juta dollar AS.

Sudah pulih?

Meskipun Yahoo mampu menunjukkan kinerja yang membaik di bawah kepemimpinan Mayer, masih terlalu pagi untuk mengatakan Yahoo telah pulih, apalagi persaingan bisnis digital semakin ketat saat ini. Masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Yahoo.

Dalam empat tahun terakhir, Yahoo telah lima kali berganti CEO. Selama itu pula, Yahoo seperti mengalami krisis identitas untuk mencari tahu apa fokus dan kekuatan bisnisnya—apakah di bidang media, mesin pencari, iklan, atau yang lainnya. Dengan pengalamannya di Google, Mayer tampaknya telah menentukan visi yang lebih mapan untuk Yahoo.

Ada mantra soal daily habits yang selalu diulangi oleh Mayer untuk menegaskan visi yang dibuatnya untuk Yahoo. Menurutnya, Yahoo telah ikut membantu menciptakan kebiasaan sehari-hari (daily habits) dalam kehidupan orang. Yahoo akan menciptakan kebiasaan sehari-hari di dunia, yang lebih menghibur dan menginspirasi.

Mayer mengatakan akan fokus pada produk-produk  yang sering digunakan oleh para pemilik akun Yahoo agar mereka semakin rajin menggunakan produk-produk tersebut. Mayer pun menegaskan bahwa personalisasi konten adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan itu. Tampaknya, Yahoo akan mengerahkan tenaga untuk meningkatkan platform mobile-nya dan akan berbagai aplikasi mobile di masa mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau