Zat narkotika

Polisi Musnahkan Tanaman Khat di Baturraden

Kompas.com - 07/02/2013, 02:33 WIB

PURWOKERTO, KOMPAS - Setelah ditemukan di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, tanaman khat juga ditemukan di Dusun Munggangsari, Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Disaksikan tokoh masyarakat dan pejabat di lingkungan Kabupaten Banyumas, Rabu (6/2), Kepolisian Resor (Polres) Banyumas memusnahkan ratusan tanaman khat (Chata edulis) dengan cara dibakar. Tanaman yang mengandung zat katinona itu ditanam di lahan seluas 2.100 meter persegi.

Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, pembakaran tanaman khat dilakukan setelah mendapat kepastian tanaman tersebut positif mengandung zat yang terdaftar sebagai narkotika golongan satu nomor urut 35 pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Kami mendapat kepastian setelah sampel tanamannya diuji di Laboratorium Forensik Cabang Semarang,” ujarnya.

Polres Banyumas sebelumnya mendapat laporan dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan Dusun Munggangsari akan adanya tanaman yang mirip pohon khat. Lahan tanaman dimiliki Waerah (52), yang disewa Ali—seorang keturunan Arab—senilai Rp 15 juta selama 10 tahun.

Menurut Dwiyono, dari pemeriksaan, Waerah dan Ali sama sekali tidak mengetahui bahwa tanaman khat ini mengandung zat katinona. ”Pemilik lahan menyampaikan, penanaman pohon khat dilakukan turun-temurun dan digunakan untuk bahan teh. Konon bisa menyembuhkan penyakit gula dan menurunkan kolesterol,” tuturnya.

Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar John Turman Panjaitan mengatakan, polisi melakukan operasi nonjustitia terhadap tanaman tersebut.

”Polisi tidak memproses pemilik lahan secara pidana. Sebab, masuknya tanaman khat dalam unsur zat narkotika merupakan informasi baru sehingga saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Namun, di masa mendatang, jika ditemukan lagi lahan pohon khat untuk dikonsumsi atau diekstrak, polisi akan memprosesnya,” kata John Turman. (GRE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau