JAKARTA, KOMPAS.com- Nilai tukar rupiah masih dalam fase tekanan sejak awal tahun ini. Permintaan valuta asing oleh importir akan kembali menambah tekanan pada perdagangan, Kamis (7/2/2013).
Kemarin, rupiah bertengger melemah di level Rp 9.710 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.680 per dollar AS. Rupiah di sepanjang perdagangan bergerak di kisaran Rp 9.680-9.715 per dollar AS (berdasar pengamatan data di Reuters).
Menurut riset BNI Treasury, ditutupnya bursa saham IHSG kemarin di zona hijau turut menahan pelemahan terhadap rupiah. Cadangan devisa Indonesia untuk Bulan Januari diperkirakan menurun ke level 108,8 miliar dollar AS dari 112,78 miliar dollar AS pada akhir tahun lalu.
Mengutip pernyataan salah satu Deputi Gubernur BI kemarin, cadangan devisa itu untuk memenuhi permintaan valas dari importir yang cukup meningkat awal tahun ini sementara suplai dolar di pasar terbatas (tight).
Hari ini berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi melemah. Sentimen dari global menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa dan permintaan valas oleh importir diperkirakan akan menambah tekanan terhadap rupiah pagi ini. Bank Indonesia diproyeksikan akan terus mengawal pergerakan nilai tukar rupiah hari ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang