Ktt oki

Presiden Palestina Nyaris Mengucap Salam kepada Hosni Mubarak

Kompas.com - 07/02/2013, 15:26 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Kebiasaan lama memang susah hilang, apalagi jika menyangkut nama seorang pemimpin yang lama berkuasa di salah satu negara.

Hal itu menimpa Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pidatonya dalam salah satu sesi KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Kairo, Mesir, Rabu (6/2/2013).

Dalam pidato yang disiarkan televisi Mesir itu, Abbas nyaris mengucapkan salam kepada Hosni Mubarak, yang sudah terguling. Akibatnya, Abbas harus berhenti sejenak di pertengahan pidatonya.

"Pertama izinkan saya mengucapkan salam kepada Presiden Mohamed Hos... Mohamed Morsi, Presiden Republik Arab Mesir," ujar Abbas yang menyadari dia hampir saja membuat kesalahan diplomatik.

Saat Abbas memimpin salah satu sesi rapat, dia kembali salah menyebut salah satu pemimpin negara Afrika Utara, Maroko.
Abbas mengucapkan terima kasihnya kepada Raja Mohammed V.

"Mohammed VI, Tuan Presiden, Mohammed V sudah lama meninggal dunia," kata Perdana Menteri Maroko Abdelilah Benkirane, mengoreksi kesalahan Abbas.

Raja Mohamed V sudah meninggal dunia pada 1961.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau