Berubah-ubah, Anggaran Kurikulum Dipertanyakan

Kompas.com - 07/02/2013, 19:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggaran kurikulum 2013 kembali dipertanyakan oleh para anggota legislatif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dinilai tak jelas dalam menetapkan standar pembiayaan bagi kurikulum 2013 ini menyusul perubahan anggaran yang terus meningkat untuk kurikulum 2013 ini.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mengatakan bahwa perubahan anggaran kurikulum ini dirasa membingungkan. Padahal semestinya masalah anggaran ini harus sudah pasti jika memang penerapannya akan dilakukan pada Juli nanti.

"Ini fenomena birokrasi yang tidak profesional. Khususnya dalam hal perencanaan pengelolaan dan pembiayaan," kata Raihan di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Ia menuturkan bahwa Kemdikbud pada awalnya mengajukan anggaran dana kurikulum sebesar Rp 684 miliar pada Raker dengan Komisi X DPR RI. Kemudian berubah pada RKAKL menjadi Rp 611 miliar. Selanjutnya, pada saat rapat dengan Panja Kurikulum anggaran berubah lagi menjadi Rp 1.457 triliun.

"Anehnya, beberapa hari yang lalu naik lagi menjadi Rp 2.4 triliun. Ini mana yang benar," ujar Raihan.

Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Golkar, Zulfadhli, juga mempertanyakan yang sama mengenai anggaran kurikulum yang berubah terus menerus. Hal tersebut diprediksi dapat menimbulkan masalah baru terkait transparansi anggaran.

"Selama ini yang dibahas hanya Rp 684 miliar, kemudian muncul Rp 1,4 triliun, terus muncul lagi lebih besar. Tolong ini dijelaskan," tegas Zulfadhli.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa anggaran kurikulum sesungguhnya mencapai Rp 2,4 triliun seperti yang dipaparkan sebelumnya. Jumlah berbeda yang dipermasalahkan tersebut karena adanya pembagian dalam anggaran melekat dan anggaran tambahan.

"Anggaran melekat itu ada tidak kurikulum sudah dianggarkan. Tidak ada yang berubah. Hanya tadi, masuk anggaran melekat dan anggaran tambahan. Yang tambahan itu khusus untuk kurikulum," jelas Nuh.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau