Menkes Yakin Reformasi Kesehatan Bisa Dipercepat

Kompas.com - 07/02/2013, 20:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyelenggaraan jaminan sosial secara bertahap bisa mempercepat reformasi bidang kesehatan. Peralihan badan usaha milik negara (BUMN) penyelenggara asuransi sosial PT Askes (Persero) menjadi badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan dalam kerangka Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bisa mewujudkan hal tersebut.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan hal itu saat membuka rapat kerja nasional Askes di Jakarta, Kamis (7/2/2013). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 mengamanatkan Askes menjadi BPJS kesehatan untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan universal bagi peserta.

Transformasi menuju BPJS kesehatan tidak hanya oleh Askes, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian terkait, penyedia layanan kesehatan, organisasi profesi, dan komponen masyarakat. "Kementerian Kesehatan akan mendukung transformasi tuntas Askes, baik transformasi struktural, fungsional, maupun kultural," kata Nafsiah.

Rapat kerja nasional Askes dipimpin Direktur Utama Askes Fachmi Idris yang dihadiri jajaran direksi, kepala grup, kepala bidang, dan kepala cabang se-Indonesia, yang disebut Duta Askes. Selain Menkes, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga memberi pengarahan, Kamis (7/2/2013).

Reformasi bidang kesehatan itu antara lain standardisasi pelayanan medik nasional, penataan sistem rujukan yang tertib, mendorong pemanfaatan obat generik, perbaikan manajemen fasilitas kesehatan, dan standardisasi biaya pelayanan kesehatan.

Nafsiah mengingatkan, kompleksitas pengelolaan kepesertaan dan pelayanan akan semakin tinggi sehingga Askes harus mampu mengantisipasi hal ini. Saat ini, Askes mengelola 16 juta peserta yang mulai 1 Januari 2014 meningkat menjadi sedikitnya 120 juta orang.

Fachmi menjelaskan, tugas terberat dalam proses peralihan adalah memastikan kinerja Askes tetap sehat. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan biaya pelayanan kesehatan sejak program jaminan kesehatan nasional berjalan 1 Januari 2014 karena kenaikan jumlah peserta yang spektakuler.

Seluruh Duta Askes harus terus memberi kinerja terbaik dalam mencapai sasaran perusahaan. "Kami harapkan pula ada kebijakan yang tepat dan penuh pertimbangan, khususnya berkait dengan iuran dan tarif pelayanan kesehatan dari pemerintah," kata Fachmi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau