Perkosaan Sadis Picu Kemarahan Warga Afsel

Kompas.com - 07/02/2013, 22:23 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Perkosaan disertai tindakan mutilasi atas seorang remaja putri di Afrika Selatan telah mengundang kemarahan di seantero negara itu. Mereka menuntut tindakan keras diterapkan kepada setiap pelaku kekerasan seksual.

Kantor berita AFP, Kamis (7/2/2013) melaporkan, Anine Booysen (17) ditemukan dengan cedera luka sayat pada perut di sebuah lokasi proyek bangunan di Bredasdorp, kota di barat daya Afrika Selatan. Gadis malang itu kemudian meninggal di rumah sakit.

Booysen dilaporkan diculik oleh sekelompok pria yang dicurigai telah memerkosanya. Namun, polisi mengatakan masih terus melakukan investigasi atas kejadian itu.

"Seluruh negeri marah karena tindakan kekerasan ekstrem dan merusak terhadap kehidupan seorang anak muda," ujar Presiden Afsel Jacob Zuma dalam pernyataan resmi, Kamis. "Tindakan ini sangat mengejutkan, kejam, dan tidak manusiawi. Hal ini tak boleh terjadi di negeri ini," tambah Zuma.

Statistik resmi di Afsel menyebutkan, sekitar 65.000 penyerangan seksual berlangsung di negara itu setiap tahun. Polisi menyebutkan, hanya satu dari 36 kasus perkosaan di Afsel yang dilaporkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau