JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Kendati demikian, IHSG yang sudah jenuh beli juga rawan terjadi tekanan jual. Analis Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan IHSG kemungkinan masih akan bergerak variatif.
"Namun tradisinya secara historis karena menjelang Tahun Baru Imlek akan bergerak naik. Semoga IHSG masih menghijau," kata Reza di Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Prediksinya, IHSG akan berada pada support 4487-4496 dan resistance 4517-4520. Sementara rekomendasi sahamnya antara lain ASII, UNVR, PTPP, AISA, BBNI, BBCA, MPPA, SMCB, BABP dan LPKR.
Pada perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.514,87 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.493,96 (level terendahnya) jelang preclosing dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.503,15.
Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual karena adanya transaksi di pasar negosiasi atas saham BBCA senilai Rp 2,361 triliun. Investor domestik mencatatkan nett sell.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang