Kampung main

Menjajal Layang-layang Pancing dari Lampung

Kompas.com - 08/02/2013, 17:16 WIB

KOMPAS.com - Layang-layang? Nyaris semua tempat di tanah air, juga dunia, mengenal permainan ini. Di Lampung, host Kampung Main Kompas TV Ramon Y Tungka menjajal permainan layang-layang yang unik bersama Pak Gawito, seorang nelayan tradisional. Layang-layang ini unik, karena bisa dimainkan di atas permukaan laut! Sambil bermain layang-layang, sambil menangkap ikan! Wuiiiih, seru kan tuh?!

Namanya, Layang-layang Pancing. Dulunya, layang-layang ini dibuat dari daun loko-loko kering. Namun, agar lebih awet, layang-layang daun loko-loko kemudian berganti jadi layang-layang plastik. Pada bagian benang layang-layang, diikatkan umpan untuk mengail ikan Ceracas, ikan bermoncong panjang dan bergerigi yang banyak terdapat di permukaan perairan Teluk Lampung.

Selain menjajal Layang-layang Pancing bersama Pak Gawito, Ramon juga bersua Martinus, seorang pehobi layang-layang yang terus mengembangkan fotografi udara menggunakan layang-layang. Ramon pun menjajal menaikturunkan layang-layang yang digunakan untuk pemotretan dari udara. Nama kerennya, Kite Aerial Photography.

Seperti apa keseruan dan keasyikan Ramon menjajal aneka permainan layang-layang ini? Jangan ketinggalan aksinya di Kampung Main episode Layang-layang Pancing Lampung, Sabtu, 9 Februari 2013 jam 10.00 WIB di Kompas TV. (Vyara)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau