Tips Merayakan Tahun Baru China

Kompas.com - 09/02/2013, 14:09 WIB

KOMPAS.com — Tahun Baru China menjadi perayaan tersendiri bagi warga dunia, mengingat banyaknya populasi masyarakat Negeri Panda ini hingga ke seluruh belahan dunia. Nah, sebagai masyarakat yang bukan keturunan etnis China, ternyata banyak hal yang juga bisa dilakukan untuk turut memeriahkan perayaan tahunan ini.

Mengunjungi kelenteng

Ziarah ke kelenteng ternyata merupakan sebagian kekayaan budaya, meski mungkin masih asing bagi sebagian orang, apalagi yang bukan berasal dari etnis Tionghoa. Cobalah mengunjungi kelenteng tempat sembahyang tahun baru sedang berlangsung, dan bergabung dengan mereka seraya membawa tiga batang dupa (atau kelipatan tiga). Perayaan tahun baru paling ramai ialah saat tengah malam tahun baru. Jika Anda ingin merasakan sensasi berbeda dari maraknya Tahun Baru China, datanglah pada saat itu.

Makan makanan keberuntungan

Bagi kebanyakan keluarga China, ikan adalah makanan wajib pada saat tahun baru, layaknya kalkun saat perayaan Thanksgiving. Ini karena dalam bahasa Mandarin, kata ikan (yu) terdengar seperti "kelebihan", menyiratkan keberlimpahan pada tahun yang akan datang.

Adapun makanan yang wajib saat tahun baru biasanya kue taro, kue lobak, jau gok (sejenis pangsit yang renyah), dan babaofan (puding beras). Ada pula niangao (kue beras ketan) yang dalam bahasa Mandarin terdengar seperti "peningkatan tahun" yang menandakan tahun kemajuan dan kemakmuran.

Menonton festival

Saat Tahun Baru China, biasanya ada beragam hiburan berbau Negeri Tirai Bambu tersebut, mulai dari nyanyian, atraksi, komedi, bahkan hingga film-film televisi bertemakan China. Orang-orang yang menghibur pun biasanya keturunan China. Menonton menjadi salah satu cara untuk lebih mengenal Negeri China.

Melihat kembang api

Kembang api dan petasan merupakan hal yang pasti ada dalam Tahun Baru China. Di negeri asalnya, saat tahun baru, akan ada kembang api yang akan sangat meriah menerangi langit dari segala penjuru negeri hingga ke kota-kota kecil. Setiap tahun di Taijiang, Provinsi Guizhou, akan diadakan perayaan tahun baru kembali di hari ke-15 dengan barongsai dan pesta kembang api.

Negara dengan populasi etnis China seperti di Singapura dan Indonesia biasanya juga akan menampilkan kembang api untuk merayakan tahun baru.

Mengunjungi bazar

Menyambut Tahun Baru China, banyak mal dan toko yang menggelar bazar tahun baru. Mereka akan menjual pernak-pernik, mulai dari bunga, permen, pakaian, hingga ornamen-ornamen khas China. Namun, sebagian besar dari ornamen tersebut mungkin akan bertemakan ular, sesuai dengan zodiak tahun ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau