Bencana alam

Tebing Perumahan Nerada Longsor

Kompas.com - 10/02/2013, 23:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur di kawasan Ciputat dan sekitarnya di Kota Tangerang Selatan, Tanggerang, Banten, Minggu (10/2/2013) sore, mengakibabkan tebing di Perumahan Nerada yang terletak di atas Kali Ciputat, longsor.

Longsoran tanah dan batu yang menutup sebagian Kali Ciputat, menyebabkan banjir di kawasan perumahan di bawahnya yaitu Pondok Payung Mas (PPM). Hingga Minggu (10/2/2013) malam ini, Kali Ciputat masih tersumbat material longsoran.

Puluhan rumah masih tergenang antara 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Sejumlah penghuninya mengungsi di rumah keluarga atau tetangganya.

Beruntung, rumah yang dibangun di atas tebing itu tak luluh-lantak tergerus longsor. Hanya dinding tembok batas rumah yang dibangun di atas Kali Ciputat itu yang longsor. 

"Perumahan Nerada dibangun sebelum berdirinya Kota Tangerang Selatan. Tidak tahu, siapa yang mengizinkan pembangunan rumah di atas kali Ciputat. Apakah pemda atau perumahannya yang melanggar izin. Lokasi rumah yang longsor itu ada di atas garis sempadan sungai," ujar Hendra, warga di Bloke E PPM.

Dia berharap Wali Kota Tangsel, Airin Rachmy Diani, dapat melihat lokasi yang longsor itu. Sebab, Airin pernah mengunjungi warga PPM yang kebanjiran berkali-kali. "Kalau waktu itu, Bu Airin datang karena banjir akibat hujan deras, kalau sekarang karena longsoran Perumahan Nerada," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau