Tersangka korupsi

Rusli Zainal Nyatakan Tidak Akan Mundur

Kompas.com - 11/02/2013, 10:43 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Gubernur Riau Rusli Zainal, tersangka kasus korupsi suap PON Riau 2012 dan izin Hutan Tanaman Industri oleh KPK, menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya. Dia menyatakan akan terus bekerja dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada KPK.

"Saya akan mengikuti seluruh prosedur hukum dan menjalani proses hukum yang dijalankan KPK. Saya masih akan menjalankan tugas membangun Riau sampai waktunya nanti," ujar Rusli saat ditanya wartawan seusai apel pagi di halaman kantor Gubernur, Senin (11/2/2013).

Rusli juga mengatakan tidak akan mundur dari kepanitiaan event olahraga olimpiade negara-negara Islam (Islamic Solidarity Games/ISG) yang bakal berlangsung di Pekanbaru, Riau, bulan Juni mendatang. Menurut dia, amanah yang diberikan kepadanya tetap akan dilaksanakan sampai batas waktu yang tidak memungkinkan lagi.

Sebelumnya, dalam pidato yang disampaikannya pada saat apel, Rusli menyebutkan, ISG merupakan satu dari dua event besar buat kehormatan Riau yang mesti dijunjung tinggi dan wajib didukung, selain PON. Saat ini, Riau masih menyatakan diri layak dan mampu menjadi tuan rumah, yang kabarnya akan diikuti oleh atlet-atlet dari 44 negara yang tergabung dalam OKI (negara-negara Islam).

Meski demikian, Rusli pesimistis dapat mengikuti pembukaan ISG. "Saya tidak tahu apakah masih sempat menyaksikannya. Bila saya tidak sempat, saya meminta pengganti saya dapat melanjutkannya. Sudah 44 negara yang menyatakan hadir dan, berkat ISG, Riau akan dikenal oleh dunia," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau