"Urusi Demokrat, SBY Bisa-bisa Disebut Bapak Partai"

Kompas.com - 11/02/2013, 20:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Solidaritas Menangkan SBY (SMS) Rizal, mengaku kecewa dengan tingkah laku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih mengurusi partai Demokrat daripada rakyat. Rizal pun menyesal ikut andil memenangkan SBY menjadi Presiden Republik Indonesia untuk kedua kalinya. Langkah SBY yang lebih sibuk mengurusi partai dianggap tak mencerminkan sosok negarawan.

"SBY harus urusi negara, jangan urusi partai, karena ruang lingkup partai itu kecil. SBY kurang mencerminkan sosok negarawan, jangan sampai nanti SBY disebut publik sebagai Bapak Partai," kata Rizal di depan kediaman Anas Urbaningrum, di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (11/2/2013). Dia berpendapat Presiden SBY telah bersikap inkonsisten.

Presiden SBY, kata Rizal, pernah mewanti-wanti pejabat publik agar tidak mengurusi parpol. Namun, pada kenyataannya Presiden SBY justru menyibukkan diri mengurusi Partai Demokrat. "Katanya gak mau ngurusin partai, tapi kok nyatanya berbeda. Kebijakan yang jelas tidak sesuai kenyataan," kecam dia.

Di sisi lain, lanjut Rizal, rakyat Indonesia lebih membutuhkan perhatian Presiden. Sebab, kondisi Indonesia sendiri belum dapat dikatakan memuaskan dalam memperbaiki taraf hidup masyarakat. Menurutnya, internal Partai Demokrat seharusnya cukup diserahkan pada Anas.

Tindakan SBY dengan mengambil alih partai melalui Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk melengserkan Anas, menurut Rizal tidak sesuai dengan cita-cita berdirinya Partai Demokrat. "Kalau begitu caranya, Anas ini adalah tokoh muda yang dizalimi SBY," tegas dia.

Sekadar catatan, SMS dideklarasikan Anas Urbaningrum dalam kampanye duet SBY-Budiono menjelang Pemilu Presiden 2009. Peran SMS dalam pemenangan duet SBY-Boediono tak bisa dipungkiri cukup signifikan, mengantarkan kemenangan atas pasangan Mengawati-Prabowo dan JK-Wiranto.

Berita terkait dapat dibaca pula dalam topik: Kemelut Demokrat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau