JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Solidaritas Menangkan SBY (SMS) Rizal, mengaku kecewa dengan tingkah laku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih mengurusi partai Demokrat daripada rakyat. Rizal pun menyesal ikut andil memenangkan SBY menjadi Presiden Republik Indonesia untuk kedua kalinya. Langkah SBY yang lebih sibuk mengurusi partai dianggap tak mencerminkan sosok negarawan.
"SBY harus urusi negara, jangan urusi partai, karena ruang lingkup partai itu kecil. SBY kurang mencerminkan sosok negarawan, jangan sampai nanti SBY disebut publik sebagai Bapak Partai," kata Rizal di depan kediaman Anas Urbaningrum, di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (11/2/2013). Dia berpendapat Presiden SBY telah bersikap inkonsisten.
Presiden SBY, kata Rizal, pernah mewanti-wanti pejabat publik agar tidak mengurusi parpol. Namun, pada kenyataannya Presiden SBY justru menyibukkan diri mengurusi Partai Demokrat. "Katanya gak mau ngurusin partai, tapi kok nyatanya berbeda. Kebijakan yang jelas tidak sesuai kenyataan," kecam dia.
Di sisi lain, lanjut Rizal, rakyat Indonesia lebih membutuhkan perhatian Presiden. Sebab, kondisi Indonesia sendiri belum dapat dikatakan memuaskan dalam memperbaiki taraf hidup masyarakat. Menurutnya, internal Partai Demokrat seharusnya cukup diserahkan pada Anas.
Tindakan SBY dengan mengambil alih partai melalui Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk melengserkan Anas, menurut Rizal tidak sesuai dengan cita-cita berdirinya Partai Demokrat. "Kalau begitu caranya, Anas ini adalah tokoh muda yang dizalimi SBY," tegas dia.
Sekadar catatan, SMS dideklarasikan Anas Urbaningrum dalam kampanye duet SBY-Budiono menjelang Pemilu Presiden 2009. Peran SMS dalam pemenangan duet SBY-Boediono tak bisa dipungkiri cukup signifikan, mengantarkan kemenangan atas pasangan Mengawati-Prabowo dan JK-Wiranto.
Berita terkait dapat dibaca pula dalam topik: Kemelut Demokrat
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang