Dewan Pembina Demokrat: KLB Perlu Dipersiapkan

Kompas.com - 13/02/2013, 14:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Pembina Partai Demokrat membuka peluang dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengganti posisi Ketua Umum Anas Urbaningrum. KLB akan dilakukan jika status hukum Anas masih mengambang, sementara elektabilitas Partai Demokrat tak menunjukkan peningkatan yang baik.

"KLB perlu dipersiapkan. Saat ini, Majelis Tinggi sifatnya standar dalam menjalankan kewenangan ketua umum. Maka, nanti perlu ada langkah organisasi sesuai AD/ART untuk melakukan konsolidasi partai secara benar," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, Rabu (13/2/2013), di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Hayono mengatakan, posisi ketua umum bisa diganti jika terjadi dua hal, yakni jika yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketua umum diharuskan mengundurkan diri atau melalui mekanisme KLB.

"KLB itu bukan sesuatu yang mustahil. Itu amanah AD/ART. Tapi, kalau dilaksanakan sekarang, memang tidak tepat dan bijak," ujarnya.

Waktu KLB, lanjut Hayono, harus disesuaikan dengan situasi. Majelis Tinggi, sebut Hayono, bisa saja mengumpulkan Ketua DPD dan berbagai unsur di Partai Demokrat untuk membentuk caretaker. Hayono menuturkan langkah Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono yang mengambil alih kewenangan Anas patut dilakukan. Pasalnya, eletabilitas Partai Demokrat terjun bebas.

"Ini akan sulit rebound. Kepercayaan publik juga sulit dipulihkan," kata Hayono.

Seperti diberitakan, SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menyatakan bahwa kepemimpinan Partai Demokrat kini diambil alih oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat. Seluruh instrumen Dewan Pimpinan Pusat seperti fraksi, Dewan Pimpinan Daerah, hingga Dewan Pimpinan Cabang kini bertanggung jawab penuh kepada SBY. Sementara itu, SBY meminta agar Anas fokus menjalani proses hukum. Partai Demokrat, lanjutnya, juga siap menyediakan bantuan hukum untuk Anas.

Selengkapnya, ikuti di topik pilihan:
Kemelut Demokrat

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau