Demokrat Tetap Optimistis Menangi Pilgub Jabar

Kompas.com - 13/02/2013, 16:28 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Partai Demokrat tetap optimistis mendapat dukungan maksimal dalam Pemilu Gubernur 2013 Jawa Barat, meskipun di tingkat pusat partai ini didera kisruh internal. Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulanjana berpendapat dalam pemilu kepala daerah, rakyat lebih melihat figur atau tokoh yang diusung daripada partai pengusungnya.

"Saya tetap optimistis. Yang dilihat itu kan bukan partai, tapi figurnya. Mudah-mudahan figur Dede tetap dipercaya rakyat," kata Iwan, Rabu (13/2/2013). Jika Partai Demokrat sukses mengusung Dede menjadi Gubernur Jawa Barat, menurut dia akan sangat membantu perbaikan citra partai untuk menyongsong Pemilu 2014.

Dampak pada perbaikan citra partai, tambah Iwan, karena Jawa Barat masih menjadi salah satu lumbung utama suara. "Karena betapa tidak, Jawa Barat ini adalah lumbungnya nasional," ujar dia.

Meski demikian, Iwan meminta agar partainya tak terus dibombardir pemberitaan terkait dugaan keterlibatan Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi maupun keputusan Majelis Tinggi yang mengambil alih tugas dan kewenangan terkait penataan dan konsolidasi partai. "Jangan serang terus Demokrat, kasihan kan?. Sedikit-sedikit Demokrat, sekarang kan keputusanna juga belum jelas, kita ikuti dulu mekanismenya seperti apa," kata Iwan.

Pada Pemilu Gubernur Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Februari 2013, Partai Demokrat mengusung pasangan calon Dede Yusuf Macan Efendi - Lex Laksamana Zainal Lan. Selain Partai Demokrat, partai pengusung pasangan nomor tiga ini adalah PAN, PKB, dan Gerindra.

Berita terkait dapat dibaca pada topik: Jabar Satu

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau