Kebakaran Landa MRT Singapura

Kompas.com - 14/02/2013, 02:11 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura dikejutkan oleh kebakaran yang terjadi di stasiun MRT Newton, Rabu (13/2) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Channel News Asia melaporkan kebakaran ini menyebabkan seisi stasiun dan platform kereta api penuh dengan kepulan asap.

Pemadam kebakaran dari Singapore Defense Force segera dikerahkan untuk memadamkan api yang membuat ratusan penumpang buru-buru mengevakuasi dirinya. Sebanyak 59 buah bus gratis disediakan untuk penumpang sehingga mereka dapat segera melanjutkan perjalanannya terutama penumpang yang sedang buru-buru bergerak ke tempat kerja.

Pihak yang berwenang memperkirakan bahwa api diduga berasal dari terbakarnya kabel elektrik di terowongan yang biasa dilintasi kereta api. Akibatnya jalur MRT Merah antara stasiun Marina Bay dan stasiun Toa Payoh harus dihentikan untuk menarik keluar kabel yang mengalami kerusakan.

Walau menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang, keputusan untuk menghentikan kereta api ditujukan untuk mencegah kebakaran menjalar lebih jauh ke kawasan lain. Teknisi akan segera mengganti kabel yang rusak itu degan kabel yang baru paling lama malam ini.

Investigasi lebih mendalam akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu. Api berhasil dipadamkan dengan cepat dan sejauh ini tidak ada korban jiwa dilaporkan dari peristiwa tersebut.

Pihak SMRT yang mengelola MRT Singapura merilis pernyataan bahwa jalur MRT yang sempat terhenti selama 2 jam sudah kembali beroperasi mulai pukul 11.30 siang. Sebagai kompensasi, penumpang yang perjalanannya terganggu akibat kebakaran ini dapat mengambil kembali uang tiket kereta api yang sudah dibayar sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau