Harga Minyak Naik, Pemerintah Waspada

Kompas.com - 14/02/2013, 07:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mewaspadai harga minyak mentah dunia yang cenderung naik. Ini dikhawatirkan akan mengganggu neraca perdagangan.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menjelaskan pemerintah akan terus mencermati, khususnya dampak ke belanja pemerintah dan pada indikator makro.

"Namun, sejauh ini, harga minyak mentah Indonesia (ICP) belum sampai harus mengubah asumsi makro. Memang ICP tinggi ini harus diwaspadai dampaknya ke neraca pembayaran, neraca perdagangan, dan APBN," kata Mahendra saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian Rabu malam (13/2/2013).

Menurut Mahendra, hingga saat ini, pihaknya belum melihat konteks untuk bisa mengubah asumsi makro. Sebab, untuk bisa mengubah asumsi makro ekonomi tidak hanya berdasar gejolak harga minyak mentah dunia, tetapi juga harus berdasarkan perekonomian global.

Pada perdagangan Rabu waktu New York, kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, menetap di 97,01 dollar AS per barrel, turun 50 sen dari penutupan Selasa. Sementara dalam perdagangan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret naik enam sen menjadi berakhir pada 118,72 dollar AS per barrel, mencetak keuntungan di tengah meningkatnya pasar saham Eropa.

Adapun harga ICP masih bertengger di kisaran 97 dollar AS per barrel. Menteri Keuangan Agus Martowardojo memprediksikan harga minyak nasional (ICP) selama 2013 akan bergerak di 100-109 dollar AS per barrel. Perkiraan pergerakan ICP tersebut disebabkan antisipasi terhadap gejolak minyak.

Adapun dua hal penting yang perlu menjadi perhatian adalah gejolak minyak karena faktor iklim dan geopolitik di Afrika dan Timur Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau