Dipta Anindita Memiliki Pribadi yang Tertutup

Kompas.com - 14/02/2013, 15:23 WIB

SUKOHARJO, KOMPAS.com — Dipta Anindita, perempuan yang disebut sebagai kerabat atau teman perempuan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, dikenal sebagai sosok yang tertutup oleh tetangga-tetangganya di Desa Cemani, RT 004 RW 005, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Nama Dipta, yang tinggal di Jalan Pinang 4 sejak lahir hingga SMA, memang dikenal kurang bergaul dengan tetangga. Warga mengetahui namanya setelah perempuan muda itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan petinggi Polri tersebut.

Menurut Sumardi (65), Ketua RT 004, Dipta mengajukan surat pindah dari Kampung Cemani sekitar bulan Juli tahun 2008 ke Kampung Laweyan, Solo. Setelah itu, warga tidak mengetahui keberadaan Dipta.

Warga kampung juga mengakui tidak begitu mengenal keluarga Dipta. "Dipta dan keluarganya memang tertutup dan sedikit warga yang mengetahui aktivitasnya sehari hari. Pada sekitar bulan Juli itu (tahun 2008) Dipta datang ke saya dan mengajukan surat pindah kampung," kata Sumardi saat ditemui Kompas.com, Kamis (14/2/2013).

Sementara itu, beberapa warga mengatakan terkejut dengan kasus yang menimpa Dipta. "Tidak menyangka sosok pendiam justru membuat heboh, Mas. Kami juga baru tahu kalau Dipta sudah menikah," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, suasana rumah Dipta tampak sepi. Hanya sebuah sepeda motor yang terlihat berada di garasi rumah. Pintu dan jendela pun terutup rapat. Menurut warga, saat ini rumah tersebut hanya ditinggali oleh pembantu rumah tangga yang bertugas menjaga rumah.

Sementara itu, menurut Humas Putera-Puteri Solo Elizabeth Yuniar, di kalangan putera-puteri Solo, Dipta dikenal kalem dan tidak mudah terbuka dengan orang lain. "Tidak semua orang bisa dekat dengannya karena selain pendiam, dirinya juga jarang berkomunikasi dengan sesama putera-puteri Solo" kata Elis, Puteri Solo 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau