Lion Air Ingin Punya 1.000 Pesawat

Kompas.com - 15/02/2013, 11:07 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana, menyatakan, pihaknya berniat memiliki 1.000 pesawat.

Keinginan tersebut berdasarkan permintaan pasar yang terus tumbuh dan ambisi untuk menguasai penerbangan dalam negeri hingga Asia.

Rusdi menuturkan, untuk merealisasikan ambisinya, Lion Air telah memesan 468 unit pesawat. Pesawat-pesawat tersebut nantinya didatangkan dari Boeing dan ATR. Pada 2026, semua pesawat diharapkan sudah datang.

"Kami masih proses membeli pesawat baru untuk melakukan pembelian 1.000 pesawat dalam Lion Air Grup," kata Rusdi kepada wartawan, termasuk Tribunnews.com, di Kawasan Terpadu Lion Air, Balaraja, Tangerang, Banten, Kamis (14/2/2013).

Menurutnya, pertumbuhan penumpang udara di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Tahun lalu, Lion Air mengangkut 32 juta penumpang (sekitar 50 persen) dari total jumlah penumpang domestik sebanyak 65 juta penumpang.

Untuk menguasai pasar di ASEAN, Rusdi mengaku telah bekerja sama dengan perusahaan Malaysia untuk mendirikan maskapai di Malaysia bernama Malindo Airways. Maskapai tersebut akan mulai dioperasikan bulan depan.

"Kami ingin menjadi domain di ASEAN, bulan depan mulai mengoperasikan Malindo," terangnya. (Muhammad Zulfikar)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau