Foto Pemakaman Bocah Gaza Menang World Press Photo 2013

Kompas.com - 15/02/2013, 18:46 WIB

KOMPAS.com — Warga Gaza membawa jenazah kakak beradik Suhaib Hijazi (2 tahun) dan Muhammad (3 tahun), yang tewas di rumah mereka yang hancur dalam serangan rudal Israel, 20 November 2012. Ayah mereka, Fouad, juga tewas dan ibu mereka harus dirawat intensif.

Foto direkam fotografer Paul Hansen asal Swedia dan dinobatkan sebagai foto terbaik World Press Photo 2013. Lihat para pemenang kategori lainnya di sini.

"Kekuatan gambar terekam kontras, kemarahan dan kesedihan orang dewasa dengan kepolosan anak-anak," kata Mayu Mohanna, anggota juri dari Peru. "Foto ini tidak akan saya lupakan."

Fotografer AFP Fabio Bucciarelli dari Italia dan Javier Manzano dari Amerika Serikat memenangi penghargaan kedua dan ketiga dalam kategori Berita Spot yang masing-masing membuat dengan serangkaian foto pertempuran di Suriah.

Salah satu foto Fabio Bucciarelli adalah pejuang pembebasan Suriah berdiri di atap bersiap-siap melemparkan granat. Sementara salah satu foto Manzano menunjukkan sinar matahari menembus dari lubang bekas peluru menyinari para pejuang pemberontak.

Salah seorang fotografer asal Indonesia juga masuk sebagai pemenang di ajang bergengsi ini, yaitu Ali Lutfi, yang mendapat penghargaan kedua untuk kategori Alam. Dia memotret topeng monyet yang sedang menghibur pengendara di jalan yang sibuk di Jawa Tengah. Monyet bernama Mimin mengenakan masker yang terbuat dari kepala boneka. Monyet dibeli di pasar lokal dilatih selama enam bulan untuk melakukan trik dan bermain gitar.

World Press Photo tahun ini menerima 103.481 foto yang dikirim 5.666 fotografer dari 124 negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau