Busana Muslim di New York Fashion Week

Kompas.com - 15/02/2013, 22:37 WIB

KOMPAS.com - Para undangan di New York Fashion Week pada Rabu (13/2/2013) terpukau oleh koleksi mode busana muslim dari desainer Nailah Lymus. Kesuksesan show-nya sangat berarti buat Lymus, yang lewat Underwraps Agency-nya memang selama ini berjuang agar busana muslim mendapat tempat terhormat di dunia mode.

Perempuan berusia 29 tahun yang berprofesi sebagai desainer dan stylist ini mengatakan, show ini adalah pembuktian bahwa perempuan muslim bisa berprofesi sebagai model maupun desainer tanpa harus meninggalkan kewajibannya. "Anda dapat menjadi menjadi  model dan tetap setia pada iman Anda," ujarnya.

Menurut Nailah, selama ini menjadi model yang berjalan di atas catwalk sering dianggap bertentangan dengan kepercayaan Islam. Sebab menurut aturan agama, perempuan hanya boleh memperlihatkan tangan dan wajahnya. Jadi banyak perempuan yang sudah berkomitmen untuk berhijab tidak bisa mewujudkan mimpi sebagai model.

"Lewat Underwraps, saya mencoba mendobrak itu. Gadis-gadis ini (modelnya) memiliki segalanya -tinggi badan yang cukup dan penampilan menarik," imbuhnya.

Underwrap

Pada tahun 2004, Nailah meluncurkan label busana sendiri, Amirah Creations, yang mengkhususkan diri pada busana-busana sesuai kaidah Islam, tetapi tetap dapat tampil elegan. Ia menegaskan bahwa perempuan muslim bisa bergaya seperti halnya perempuan lain. "Kami sama dengan wanita lain, hanya memiliki ketentuan tertentu," seru perempuan kelahiran Amerika yang berbasis di New York ini.

Sebelum meluncurkan Underwraps, Nailah banyak berkonsultasi dan mendapatkan persetujuan dari beberapa imam dan tetua di komunitasnya. Semua setuju bahwa upaya ini akan menjadi cara yang bagus untuk mematahkan stereotip. "Masih ada pemikiran bahwa perempuan muslim tidak bisa bekerja atau pergi ke sekolah atau berpakaian stylish," kata desainer muda ini. "Saya ingin menyingkirkan kesalahpahaman tersebut."

Agensi model Underwraps saat ini memiliki kontrak dengan empat model muslim, salah satunya sukses tampil memukau untuk koleksi Ann Nahari di New York Fashion Week pekan lalu.

Meskipun  fokus Nailah sebagian besar mempekerjakan model muslim, akhirnya dia ingin menjadikan Underwraps sebagai  agensi yang mewakili kesopanan pada umumnya, meliputi beragam agama dan budaya. Ia ingin memberikan kesempatan pada perempuan untuk tetap bisa berekspresi dan mengembangkan diri di dunia fashion tanpa harus membuka baju atau mengenakan pakaian minim. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau