Ditarik-tarik Simpatisan, Kancing Baju Jokowi "Coplok"

Kompas.com - 16/02/2013, 17:49 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengalami kejadian menggelikan saat menghadiri kampanye terbuka pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, di Lapangan Simpang Parakamuncang, Jalan Raya Rancaekek, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/2/2013).

Jokowi,  yang datang bersama dengan Rieke dan Teten menggunakan Kereta Api Argo Parahyangan dari Stasiun Gambir Jakarta,  tiba di stasiun Bandung, pukul 14.07 WIB. Ketiganya langsung diserbu wartawan dan simpatisan yang sudah menunggu sejak pagi hari.

Setelah sedikit berbincang-bincang dengan para wartawan, Jokowi, Rieke dan Teten langsung menuju lokasi kampanye. Kedatangan mereka di lokasi kampanye disambut meriah oleh warga di Rancaekek, Kabupaten, Bandung.

Ketika ketiganya turun dari mobil,  mereka diarahkan untuk langsung ke atas panggung. Pengawalan begitu ketat. Aparat keamanan mulai dari TNI, Polri, dan petugas keamanan lainnya ikut membantu mengawal mereka ke atas panggung.

Sementara, para simpatisan yang jumlahnya mencapai ribuan ribuan orang terus berusaha mendekati, Rieke, Teten dan Jokowi. Namun Jokowi terasa menjadi tokoh yang paling dinantikan.

"Pak Jokowi, Pak Jokowi, sini dong, ini tangan saya," kata seorang simpatisan sambil berdesak-desakan.
"Pak Jokowi, Pak Jokowi, gimana kabarnya, sehat," tanya salah satu simpatisan lagi.
"Ya, saya sehat," jawab Jokowi singkat sambil terus berusahan berjalan ke pangung.
"Pak Jokowi, Pak Jokowi, Pak Jokowi," teriak para simpatisan terus bersahut-sahutan.

Namun ternyata, tak hanya berteriak-teriak, massa yang demikian padat juga terus berupaya menjangkau Jokowi dengan tangan mereka. Alhasil, lengan baju Jokowi sempat tertarik-tarik saat hendak menuju ke panggung.

Dan, pemandangan selanjutnya adalah, kancing baju kotak - kotak yang dipakai Jokowi pun tiba-tiba copot. Dua buah kancing baju lepas dari bagian atas ke bawah. "Yah, kancing baju Pak Jokowi coplok (copot), gara-gara kamu sih," kata salah satu simpatisan sembari becanda.

Jokowi menyadari dan tertunduk melihat kancing bajunya yang copot. Meski begitu, Jokowi tampak tersenyum dan melanjutkan perjalanan ke arah panggung. "Enggak apa-apa, santai saja," ujar Jokowi sambil tersenyum.

Sesampainya di panggung, Jokowi, Rieke, dan Teten langsung melambai-lambaikan tangan menyambut ribuan simpatisan yang hadir, sebelum satu per satu menyampaikan orasinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau