Rapimnas demokrat

Max: Berlebihan Berpikir Lengserkan Anas

Kompas.com - 17/02/2013, 13:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua menilai berlebihan jika para pengurus daerah berprasangka bahwa Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat merupakan upaya menjatuhkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum DPP Demokrat. Max memastikan bahwa upaya tersebut tak terjadi.

"Tidak akan terjadi itu (upaya pelengseran Anas). Semua orang harus berpikir sama. Kehormatan partai segala-galanya untuk diperjuangkan bersama-sama," kata Max sebelum Rapimnas di Hotel Sahid di Jakarta, Minggu (17/2/2013).

Meski demikian, Max menilai wajar mereka yang khawatir Anas akan dilengserkan. Menurut Max, sikap itu bentuk rasa terlalu memiliki partai sehingga melakukan langkah-langkah untuk melindungi Anas.

Max menambahkan, dengan penjelasan dari jajaran Majelis Tinggi, mereka sudah mengerti bahwa agenda Rapimnas hanya konsolidasi internal untuk menyelamatkan Demokrat setelah elektabilitasnya semakin terpuruk. "Dengan adanya pencerahan, mereka tahu yang diperjuangkan bukan individu, tapi partai," ucapnya.

Dalam sesi I, Rapimnas akan dimulai dengan laporan Anas terkait Rapimnas. Setelah itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka Rapimnas dan memberikan pembekalan ke internal. Semua acara sesi I itu berjalan tertutup.

Sesi II akan terbuka untuk umum. Pada sesi itu, pimpinan lima dewan pimpinan cabang akan menyerahkan pakta integritas yang telah ditandatangani kepada SBY. Rencananya, SBY akan memberikan pernyataan sebelum acara ditutup sore nanti.

Rapimnas itu digelar oleh jajaran Majelis Tinggi Demokrat menyusul keputusan Majelis Tinggi Demokrat yang menghasilkan delapan point. Rapimnas dihadiri jajaran Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Pusat, pemimpin Dewan Pimpinan Daerah, dan Dewan Pimpinan Cabang.

Selengkapnya, ikuti di topik pilihan:
Krisis Demokrat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau