JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para kadernya untuk tidak melontarkan kritik soal partainya ke media massa. SBY meminta agar hal-hal yang menyangkut internal partai tidak diumbar ke luar.
"Ya, tadi Pak SBY bilang kalau mengkritik di dalam jangan dibawa keluar. Boleh di dalam berdebat keras, tapi di luar kami harus santun," ujar Sekretaris Departemen Partai Demokrat bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Carrel Ticualu di sela-sela acara Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (17/2/2013).
Carrel menuturkan, SBY mengatakan setiap kader memiliki hak untuk berbicara, tetapi tidak saling menegur para kader Demokrat secara terbuka. "Riak-riak kemarin itu terjadi kata Pak SBY karena ketidakmengertian kader kami. Tapi kami maklum karena situasinya mendadak. Setelah diberikan pengertian, mereka paham," ujar Carrel.
Ia menegaskan, sambutan SBY mendapatkan sambutan yang positif dari sekitar 500 para pengurus Demokrat. "Tidak ada perpecahan, tidak ada pelengseran. Murni untuk konsolidasi jelang 2014. Sangat kondusif," imbuhnya.
Rapimnas Partai Demokrat ini terbilang istimewa karena di tengah kisruh internal yang terjadi di internal partai itu. Kisruh internal terjadi lantaran elektabilitas partai Demokrat terjun bebas berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang hanya menyisakan 8,3 persen suara dukungan bagi partai pemenang Pemilu 2009 itu.
Akibat survei ini, suara di internal Demokrat pun terpecah. Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik sempat menyebutkan jika Anas mengundurkan diri adalah langkah yang terbaik. Hal ini memicu pertentangan dari para pendukung Anas.
SBY selaku Ketua Majelis Tinggi pun akhirnya turun tangan dan mengambilk alih wewenang Anas. Namun, upaya penyelamatan SBY ini tetap tidak mampu menyatukan partainya.
Terbukti beberapa hari lalu, Ulil Abshar Abdalla bersama politisi Demokrat lain meminta agar Anas di non-aktifkan. Ulil dan kawan-kawan menilai SBY butuh Nahkoda baru untuk menyelamatkan Partai Demokrat.
Sementara dari Kubu Anas melakukan konsolidasi bahkan muncul petisi yang bertajuk "Petisi Pemuda Demokrat Penegak Konstitusi". Petisi itu menyebutkan, tiga pengurus cabang Partai Demokrat yakni Ketua DPC Buol Arta Razak, Ketua DPC Pasaman Barat Yulianto, dan Ketua DPC Dharmasraya Masrigi mengancam walk out jika ada upaya pelengseran Anas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang