Konflik sepak bola indonesia

Malam Ini, Menpora Bacakan Surat FIFA

Kompas.com - 18/02/2013, 13:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo akan mengumumkan secara langsung kepada publik mengenai surat FIFA untuk Menpora, yang ditulis oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke tertanggal 13 Februari 2013.

"Nanti malam saya akan membacakan surat FIFA dengan terjemahan resmi oleh alih bahasa. Terjemahan oleh alih bahasa dilakukan supaya tidak ada salah persepsi," ujar Roy Suryo yang juga politisi Partai Demokrat itu ditemui di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin (18/2/2013).

Rencananya, Roy Suryo akan membacakan langsung surat resmi dari FIFA sekitar pukul 21.00 WIB. Semula dijadwalkan, pembacaan surat itu dilakukan pada pukul 19.00 WIB. Namun, penundaan Sidang Kabinet membuat pembacaan surat mengalami penundaan.

Sidang Kabinet ditunda dari semula diadakan pada pukul 13.00 diubah menjadi pukul 15.00 WIB. Hal itu dikarenakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melayat ke pemakaman mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Feisal Tanjung.

Menurutnya, bocoran mengenai surat FIFA kepada Kemenpora sudah tersebar luas di masyarakat. Dia menilai tidak ada perbedaan antara surat yang sudah tersebar luas di masyarakat dan surat yang akan dibacakannya nanti malam.

"Di situ ada empat poin. Surat itu resmi juga ditembusi ke PSSI pimpinan Pak Djohar. Selama ini FIFA tidak membolehkan adanya intervensi pemerintah, tapi dalam surat itu kita justru diberi ruang," katanya.

"FIFA menyatakan, selama ini ada setumpuk surat dari PSSI dan KPSI dan ternyata mereka justru menunggu surat dari pemerintah."

Di dalam surat itu tertulis, FIFA mengingatkan tentang empat agenda yang selama ini menjadi sumber konflik. Keempatnya adalah penyatuan kedua liga, revisi statuta PSSI, pengembalian 4 pejabat EXCO yang dipecat, dan pelaksanaan kongres berdasarkan daftar peserta kongres Solo (Juli 2011) sesuai MoU yang ditandatangani pada tanggal 7 Juni 2012.

FIFA juga mengingatkan bahwa nasib sepak bola Indonesia bakal dibahas
dalam rapat Komite Eksekutif FIFA tanggal 20 Maret 2013. Untuk itu,
FIFA berharap sebelum tanggal tersebut, konflik telah berhasil diselesaikan.

Selain akan membacakan surat resmi FIFA, rencananya nanti malam Menpora juga mengadakan pertemuan dengan pengurus dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau