Di Lido, Raffi Ahmad Tak Boleh Dijenguk

Kompas.com - 18/02/2013, 21:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Selama kira-kira tiga minggu ditahan di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Raffi Ahmad sering dijenguk oleh keluarga dan teman. Tapi, dengan menjalani rehabilitasi di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, mulai Senin ini (18/2/2013), Raffi tidak boleh menerima kehadiran mereka lagi.

"Selama rehab, ada aturan sendiri. Tahap awal (rehabilitasi), saya tidak tahu. Tapi, di situ tidak boleh dikunjungi oleh siapa pun," terang  Sumirat Dwiyanto, Kepala Humas BNN, ketika diwawancara, Senin.

Sumirat juga menekankan bahwa tidak ada penanganan spesial untuk Raffi, baik di gedung BNN atau di Lido. Contohnya, meski pada 17 Februari 2013 Raffi berulang tahun ke-26, waktu besuk tetap diberlakukan, sehingga tak ada yang bisa mengunjunginya malam hari untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.

"Enggak ada hal yang spesial untuk dia. Kami tidak menutup-nutupi jam besuk. Yakin, tidak ada yang besuk Raffi malem-malem kemarin," tegasnya.

Ketika dipindah dari gedung BNN ke Lido, Raffi tak berbicara sama sekali kepada para wartawan. Menurut Sumirat, hal itu merupakan keinginan Raffi, yang memang belum mau memberi keterangan kepada media. "Yang pasti, Raffi belum mau ketemu media dulu," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau