Inikah Calon Gubernur BI Pengganti Darmin?

Kompas.com - 19/02/2013, 08:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Masa jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution akan segera berakhir pada 22 Mei 2013 mendatang. Sejumlah calon pun marak beredar.

Sumber Kompas.com yang enggan disebut namanya di kalangan Istana menyebutkan, nama-nama yang masuk ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, ekonom Raden Pardede, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, serta Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu.

Nama-nama yang beredar ini akan diseleksi menjadi tiga nama saja dan akan diajukan ke DPR pada 22 Februari mendatang. Bahkan, nama Darmin Nasution juga santer dikabarkan masuk kembali menjadi calon gubernur BI periode mendatang.

Dikonfirmasi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan bahwa dia tidak mengetahui nama-nama yang beredar tersebut. Dia pun enggan berkomentar terhadap isu tersebut.

"Itu kan nama-nama yang muncul di lapangan, tapi kan tidak tahu sumbernya dari mana. Apakah valid atau tidak. Kalau saya tidak mau menebak-nebak," kata Harry kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menurut Harry, pihaknya akan menunggu surat dari Presiden SBY tentang rekomendasi calon gubernur BI mendatang. Komisi XI menginginkan maksimal ada tiga calon untuk mengisi kursi Gubernur BI yang kosong mulai 22 Mei mendatang tersebut.

Nantinya, setelah surat dari Presiden masuk maksimal 22 Februari 2013, DPR khususnya Komisi XI akan melakukan fit and proper test dan melakukan rapat, siapa yang pantas untuk dijadikan Gubernur BI selanjutnya.

"Jika ada calon yang didukung oleh suara besar di DPR, maka dialah yang jadi. Kalau sama-sama kuat, nanti harus voting. Kalau tidak ada yang layak, nanti semua calon akan dikembalikan," ujarnya.

Jika kandidat yang telah dicalonkan dan dikirim ke DPR ditolak, Presiden harus mengirim ulang nama-nama kandidat lain. Namun, Harry menilai kandidat yang pantas untuk menjadi Gubernur BI selanjutnya memang lebih cocok dari internal BI. Tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk mengambil dari eksternal, khususnya yang memiliki kepemimpinan, kemampuan, dan kemauan yang kuat di bank sentral.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau