JAKARTA, KOMPAS.com - Industri galangan kapal nasional optimistis bisnis pembuatan kapal baru bisa melesat tinggi tahun ini.
Mereka berharap pertumbuhan pembuatan kapal baru bisa terdongrak 30 persen dari nilai produksi galangan kapal tahun lalu yang sekitar 1,53 miliar dollar AS. Artinya, nilai proyek kapal baru tahun ini diharapkan bisa mencapai 1,99 miliar miliar dollar AS.
Julius Tangketasik, Sekretaris Jenderal Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengatakan salah satu pendorong bisnis galangan kapal berasal dari pesanan perusahaan plat merah. "Seperti dari PT Pertamina, dan untuk beberapa waktu masih didorong dari sana," katanya kemarin.
Ia berharap adanya pesanan dari perusahaan BUMN bisa menjadi pemicu pembeli kapal yang lain supaya memesan dari perusahaan galangan kapal domestik.
Ia mengakui, masih enggannya beberapa kalangan membeli kapal buatan lokal lantaran dari sisi harga lebih mahal 10 persen ketimbang kapal impor. Penyebabnya adalah pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komponen impor yang rata-rata mencapai 10 persen dari nilai impor. Sisi lainnya, kapal impor seperti buatan China justru bisa masuk tanpa dikenai bea masuk.
Malah, belum lama berselang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berencana mengimpor 2.500 kapal berbobot 1.500 ton sampai 3.000 ton untuk melayani pelayaran jarak dekat dalam lima tahun ke depan dengan nilai proyek mencapai Rp 15 triliun. "Ini bisa memperburuk citra industri galangan kapal nasional," katanya.
Ia mengklaim, sekitar 100 galangan kapal di Indonesia sanggup memenuhi kebutuhan Kadin.
Soerjono, Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, merasa prihatin dengan langkah yang diambil Kadin. Pasalnya, kapal yang diimpor kapal bekas.
Supaya galangan kapal lokal bisa bersaing, ia akan mengusulkan penghapusan PPN jasa pengangkutan komponen kapal serta tawaran berinvestasi di sektor komponen kapal. Saat ini, di Indonesia ada 250 galangan kapal. (Tendi Mahadi/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang