Cara Main Game "Tendangan Maung" Dede-Lex

Kompas.com - 19/02/2013, 12:56 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat pendamping Calon Gubernur Dede Yusuf Macan Efendi, Lex Laksamana Zainal Lan resmi meluncurkan game "Tendangan Maung" Dede-Lex, di restauran BMC, Jalan Wastukancana, Bandung, Selasa, (19/2/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, game tersebut dipergunakan sebagai media kampanye pasangan cagub-cawagub Jabar nomor urut tiga, dengan target calon pemilh muda.

"Ini salah satu cara kita untuk melakukan kampanye, boleh disebut cara ini cara kreatif dan tidak dipunyai pasangan lain," kata Lex, kepada wartawan di restauran BMC, Jalan Wastukancana, Bandung, Selasa, (19/2/2013).

Uniknya, dalam game tersebut, pemain bisa mengeluarkan gerakan khusus yang dipicu oleh kombinasi gerakan seperti tendangan yang keras, melompat tinggi, atau mundur ke belakang. Gerakan khusus itu hanya bisa dipakai dalam kondisi tertentu karena bakal menguras energi pemain.

Game "Tendangan Maung" tampak dipersiapkan secara khusus dengan memuat corak Persib, kesebelasan asal Bandung, serta beberapa istilah menggunakan bahasa Sunda. Mulai dari kaus biru yang dipakai Ajat, hingga nama dari gerakan khusus tersebut seperti "Sima Maung, "Loncat Maratan Langit", atau "Mundur Sakolejat".

"Tendangan Maung" sendiri adalah salah satu jurus yang dipakai dalam game ini, yakni kombinasi panah bawah, depan, dilanjutkan bilah spasi. Dalam launching tersebut, Lex coba memainkan game pemain 1 lawan 1 ini. Lex memainkan tokoh Persib Bandung, Ajat Sudrajat melawan tokoh bola internasional yang diplesetkan menjadi, misalnya David Bekam, Wayne Roni, maupun Maradono.

Beberapa menit kemudian, Lex menyudahi permainan itu karena kalah. Lex yang memainkan sosok Ajat kalah bertanding 1-2 dengan David Bekam. "Ya, kalah, mainnya saya sudahi sampai di sini, saya kalah," kata Lex.

Selain menghibur, seperti yang telah kita ketahui, game tersebut digunakan sebagai media kampanye pasangan Dede-Lex dalam Pilkada Jabar 2013. Di awal permainan, ada tampilan Dede Yusuf dan Lex Laksamana. Jika salah satu pemain menciptakan gol, otomatis akan mengeluarkan tampilan semacam iklan kampanye Dede-Lex, memperkenalkan program "Tri Bakti".

Lanjut Lex, game itu akan seterusnya bisa diakses oleh siapapun. Namun, pesan kampanye yang muncul pada setiap terjadinya gol akan dihilangkan selambat-lambatnya tanggal 20 Februari 2013 malam, karena waktu kampanye sudah habis.

"Nanti setelah selesai masa kampanye akan kita hapus, tampilan pesan visi-misi kita yang ada dalam game tersebut akan kita hapus, namun game-nya akan terus jalan, dan bisa dipergunakan," pungkasnya. (K76-12)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau