Banjir

Pengembang Grand Galaxy City Bantah Menyalahi Aturan

Kompas.com - 19/02/2013, 20:12 WIB

BEKASI, KOMPAS.com-PT Cipta Sedayu Indah, pengembang Grand Galaxy City, Kota Bekasi membantah pembangunan kompleks menyalahi aturan dan merusak lingkungan.  

"Sebagai pengusaha, kami ingin mencari untung tetapi secara beretika," kata General Manager PT Cipta Sedayu Indah, Handi Stemaris, dalam rapat kerja di Komisi B DPRD Kota Bekasi, Selasa (19/2/2013).  

Jika pembangunan kompleks Grand Galaxy City merusak lingkungan, unit-unit yang ditawarkan tidak akan laku. "Tidak mungkin kami menjual unit yang banjir," kata Handi.  

Selain itu, pengembang juga telah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bekasi. "Jika ditanyakan mengapa IMB terbit tentu BPPT yang berwenang menjawabnya," kilah Handi.  

Handi mengatakan, pada prinsipnya pengembang tidak akan membangun dengan merusak tatanan yang sudah ada. Justru pengembang akan menata lingkungan.  

Sebelum pengembang masuk tahun 2010, kompleks di sekitar Grand Galaxy City sudah banjir. Pengembang berinisiatif memperbaiki jaringan saluran air (drainase).

Penataan saluran air bertujuan untuk mencegah semaksimal mungkin terjadinya banjir. "Banjir tidak bisa diatasi oleh kami sendiri," kata Handi.  

Grand Galaxy City berada di kawasan seluas 200 hektar untuk hunian dan kawasan komersial berupa rumah toko, pertokoan, pusat perbelanjaan (mal), sarana olahraga, dan pusat jajanan.

Di sekitar kompleks, sudah berdiri sejumlah perumahan sebelum Grand Galaxy City masuk. Kompleks sekitar diperkirakan seluas 100 hektar.   Menurut Handi, sebelum pengembang masuk, kompleks Grand Galaxy City kebanjiran. Misalnya pada Oktober 2010. Untuk mencegah banjir terjadi lagi, pengembang melaksanakan sejumlah program antara lain revitalisasi saluran air utama, pembuatan saluran air sekunder di kompleks, pemasangan pintu air atau pompa air, dan pembuatan kolam penampungan sementara.  

Seperti diberitakan, rapat kerja di Komisi B memfasilitasi pengaduan masyarakat Bekasi Selatan terhadap pengembang Grand Galaxy City. Masyarakat menuding pembangunan kompleks perumahan dan pertokoan itu menyalahi aturan dan mengakibatkan banjir.  

Masyarakat merasa tidak pernah menandatangani persetujuan pembangunan Grand Galaxy City khususnya untuk kawasan rumah toko dan pusat perbelanjaan (mal).

Warga menuding, pembangunan kompleks itu mengakibatkan banjir misalnya pada Desember 2012 dan Januari 2013. Warga menyayangkan pembangunan mal dan deretan rumah toko tanpa izin tetangga atau penghuni sekitar kompleks.  

Ketua RW 19 Jakasetia (Villa Galaxy), Aldentua Siringoringo mempertanyakan BPPT yang memberikan IMB kepada pengembang. Apalagi  tidak pernah ada izin tetangga atau persetujuan warga. "Apa dasar pemberian IMB itu?," katanya.  

Selain itu, proyek pembangunan menimbulkan kebisingan. Warga merasa terganggu dan tidak nyaman. Warga juga mempertanyakan proyek pembangunan dan penataan jaringan saluran air oleh pengembang yang mengakibatkan banjir.  

Aldentua meminta pengembang menghentikan pembangunan. Pengembang perlu membuka dokumen lingkungan. Dokumen harus diaudit. Dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan pelbagai syarat administrasi perizinan harus ditunjukkan.

Jika benar-benar memenuhi ketentuan, warga akan menerima kelanjutan pembangunan.   Anggota Komisi B Lizbet Morliner menambahkan, rapat kerja merupakan tindak lanjut pertemuan pada Sabtu (2/2/2013).

Dalam pertemuan itu, pengembang tidak hadir. Sebelumnya, juga pernah diadakan pertemuan membahas keluhan warga tetapi juga tidak dihadiri oleh pengembang.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau