Dua Monyet Langka Diselamatkan dari Pemburu

Kompas.com - 19/02/2013, 20:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  ProFauna Indonesia menyelamatkan dua ekor monyet langka (Macaca fascicularis) dari perburuan liar di kawasan hutan sekitar Kota Batu.

Chairman ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, mengatakan, sebenarnya ProFauna ingin mengembalikan monyet itu ke hutan, namun kenyataannya tidak mudah karena belum diketahui kelompok monyet itu dan masih rawan terjadi perburuan kembali.

"Dua ekor monyet yang dilindungi Undang-undang itu saat ini dalam perawatan `ProFauna`s Wildlife Rescue Center` (PWRC). Dua monyet itu tersesat setelah dikejar-kejar sekelompok pemburu," tuturnya, Selasa (19/2/2013).

Dari hasil penelusuran yang dilakukan ProFauna, kedua monyet itu awalnya tinggal di hutan bersama kelompoknya yang berjarak sekitar lima kilometer dari PWRC, di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

PWRC yang berlokasi di Kecamatan Dau itu juga berbatasan langsung dengan kawasan hutan yang masuk wilayah Kota Batu, yakni di Kecamatan Junrejo.

Akan tetapi, lanjut Rosek, kemunculan sekelompok pemburu yang berusaha menangkap moyet itu sambil membawa anjing pemburu membuyarkan ketenangan monyet-monyet tersebut, dan akhirnya berlarian dan dua di antaranya tersesat di kawasan PWRC.

Menurut dia, aktivitas pemburu yang dikenal dengan istilah "gladak" itu akan berburu satwa liar jenis apapun, mulai primata, landak, musang, kucing hutan dan satwa lainnya yang ditemukan di hutan.

Lebih lanjut Rosek menjelaskan, kehadiran dua ekor monyet itu diketahui animal "keeper" ketika akan memberi makan Suki (seekor monyet yang diselamatkan dari kota Malang yang akan ditembak oleh masyarakat). Monyet itu terlihat mondar-mandir di luar kandang yang akhirnya diamankan oleh petugas PWRC.

"Kami khawatir kedua monyet ini ditangkap oleh penduduk. Apalagi di sekitar PWRC merupakan ladang pertanian dan monyet itu akan makan tanaman petani, sehingga mereka marah dan memburu monyet itu," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau